Sungkul Klaim Wisatawan Asing Kini Bergeser dari Bali ke Lombok

oleh -1478 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Lalu Sungkul

LOMBOK – Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Sungkul mengklaim jika wisatawan asing kini banyak bergeser dari Pulau Dewata Bali ke Lombok.
Menurut Sungkul, saat ini Lombok sedang dibanjiri wisatawan asal Italia dan Spanyol. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi pelaku pariwisata yang sudah gencar melakukan promosi. Fenomena ini bukan semata-mata karena efek MotoGP Mandalika 2025.

“Sekarang wisatawan banyak berasal dari Spanyol, Italia, Jerman, dan Australia. Mereka memang sedang menyukai Lombok,” ungkapnya kepada media, Senin 13 Oktober 2025.

“Trennya sekarang sudah mulai bergeser dari Bali ke Lombok. Wisatawan sudah mulai memilih Lombok saja, dan lama-kelamaan mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu dan uang di Lombok, bukan di Bali. Semua tergantung dari kesiapan kita sendiri,” sambung Sungkul.

Baca Juga  Healing Literasi Libatkan 150 Anak di Desa Pengadang

Dibeberkan dia, jumlah kunjungan wisatawan saat ini sudah mencapai 79 persen dari total 3.300 kamar yang tersedia. Hanya wisatawan yang menginap saja yang dapat dikalkulasi sebagai pengunjung Lombok Tengah.

“Target kami adalah wisatawan yang menginap, bukan yang hanya datang sebentar,” katanya.

Di samping itu terkait dampak perhelatan MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika 2025. Ini membawa berkah besar bagi pelaku ekonomi di Lombok Tengah. tidak hanya hotel dan restoran yang penuh, warung-warung kecil hingga pedagang kaki lima pun ikut kebanjiran rezeki.
Dipastikan semua bergairah, begitu juga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mendadak kaya. Begitu juga warung kecil hingga restoran bergengsi ikut penuh.

Baca Juga  Wali Soker's supernatural power can turn sand into rice

“Dari segi makan dan minum saja, kalau kita hitung 140 ribu penonton pasti semuanya makan dan minum. Kalau menginap, bisa jadi mereka datang dari luar daerah,” terang Lalu Sungkul.
Mantan Camat Pujut ini menjelaskan, jika setiap penonton mengeluarkan biaya makan sebesar Rp 100 ribu per orang, maka jumlahnya sudah sangat besar. Apalagi jika rata-rata pengeluaran untuk tiga hari mencapai Rp 1 juta per orang.

Baca Juga  Hina Polisi, Mahasiswa Dibubarkan depan Kantor KPU Lotim

“Kalau bahasa kasarnya, 140 ribu kali Rp 1 juta ya otomatis besar sekali kisaran Rp 1 triliunan lebih hanya dari sektor makan dan minum saja,” sebutnya.
Untuk okupansi hotel Sungkul mengklaim mencapai lebih dari 100 persen. Bahkan, hotel milik SMK di Sengkol pun ikut terisi.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.