TKD Dipotong, Car Free Night Tahun 2026 Tetap Digelar di Praya

oleh -924 Dilihat
SUMBER FOTO DOK PROKOPIM LOMBOK TENGAH / Fashion show kategori anak-anak di acara Car Free Night (CFN) tahun 2025.

 

 

LOMBOK – Event Car Free Night (CFN) pada tahun 2026 dipastikan tetap digelar kendati pemerintah pusat memotong dana transfer ke daerah (TKD) tahun depan.

 

“Kalau untuk beberapa event dan kegiatan berdampak, tapi kalau di Car Free Night tetap akan kita laksanakan di tahun 2026,” tegas Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Imam Mahardika kepada koranlombok.id, Kamis 13 November 2025.

 

Ardi menyampaikan, kegiatan tersebut telah menjadi ikon di Kota Praya yang dinanti oleh masyarakat. Dia mengklaim rencananya pada tahun 2026 panggung hiburan akan dibuat menjadi dua panggung yakni di sebelah barat dan timur. Hal tersebut agar konsentrasi masa tidak hanya menumpuk di panggung utama yang berada di sebelah timur, nantinya panggung baru rencananya dibuat di depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan.

Baca Juga  Loteng Pertama di NTB Miliki Mal Pelayanan Publik

“Karena kita melihat antusiasme penonton, antusiasme masyarakat juga. CFN ini ikon hiburan masyarakat Lombok Tengah juga kan. Nanti di panggung baru itu kita fokuskan pertunjukan musik, tapi panggungnya tidak sebesar yang di timur dan nanti di panggung barat ini dengan konsep yang berbeda,” bebernya.

 

Ia berharap kedepan program tersebut tidak terdampak oleh pengurangan anggaran, apalagi pada tahun 2025 giat CFN di Lombok Tengah telah masuk sebagai salah satu dari 42 kabupaten dan kota kreatif oleh Kementerian Ekonomi Kreatif.

Baca Juga  Tiga Bulan Siswa SDN Tuban Belajar di Tempat Parkir

 

Selain itu dirinya berharap melalui penilaian tersebut, Lombok Tengah kedepan bisa menduduki posisi lima besar sebagai daerah kreatif, sehingga nantinya tak menutup kemungkinan CFN juga bisa dilakukan di wilayah lain di Lombok Tengah selain Kota Praya.

“Kekuatan kita agar bisa dapat lima besar, ada di UMKM, seni pertunjukannya kan ada tari, teater dan lainnya, kemudian juga konsepnya juga yang berbeda dari CFN yang lain juga perputaran ekonomi yang kita lihat dari tahun ke tahun meningkat sekitar Rp 300 sampai Rp 400 juta hanya satu malam,” katanya.

 

Lebih lanjut dengan adanya isu pengurangan anggaran tersebut, ucap Ardi semoga juga tidak mengganggu program dan event lain karena pada tahun 2026 pihaknya juga akan mengadakan kegiatan bazaar ekonomi kreatif.

Baca Juga  Angin Puting Beliung Sapu Rumah Warga di Desa Nyerot

 

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Sungkul mengatakan sampai saat ini belum diputuskan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD soal berapa besaran anggaran Dispar yang terpangkas.

 

“Kan belum, masih proses kan. Jadi kami nggak berani bilang kalau anggaran dikurangi,” katanya lewat sambungan telepon.

 

Ditambahkan Sungkul, program apa saja yang akan berdampak dan kemungkinan dikurangi, termasuk pelaksanaan kegiatan CFN. Dia masih akan mengecek dahulu.

 

“Nanti kita akan lihat lagi,” tutupnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.