Nurul Adha Desak Pemkab Loteng Siapkan Rumah Aman Bagi Anak dan Perempuan

oleh -842 Dilihat
FOTO ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID Anggota DPRD Lombok Tengah (Hj. Nurul Adha)

 

 

 

LOMBOK – Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Nurul Adha angkat bicara soal maraknya kasus kekerasan seksual akhir-akhir ini di lembaga pendidikan.

Diketahui ada dua kasus kekerasam seksual yang menjadi sorotan terbaru, yakni yang dilakukan oleh oknum ASN yang bekerja di salah satu SD di Kecamatan Jonggat dan satu kasus lain menimpa salah satu siswi SLB di Kecamatan Praya Tengah.

 

“Kita sangat kecewa, kalau saya berpendapat keluarkan saja oknum itu jangan diberikan kesempatan tinggal di sana karena kita khawatir usia bawah umur, bagi saya orang seperti itu tidak ada maaf lagi,” tegasnya pada media selepas paripurna, Senin 24 November 2025.

Baca Juga  Dinsos Loteng Klaim Pendamping PKH Sedang Mendata Calon Siswa Sekolah Rakyat

 

Politikus PKB ini merasa miris apalagi salah satu korban diketahui memiliki kebutuhan khusus, yang diharapkan kedepan melalui sarana pendidikan kemampuan mentalnya dapat berkembang.

 

Dia meminta semua pihak mengambil tindakan baik melalui kepala sekolah maupun lingkungan. Selain itu dirinya berharap kepada setiap orang tua senantiasa melakukan pengawasan kepada putra putri mereka dari tindakan yang terindikasi mengarah kepada pelecehan seksual.

Baca Juga  Semrawut, Pedagang ‘Nakal’ Akan Ditertibkan di Pasar Renteng

 

Ia juga meminta pemerintah kabupaten untuk segera tanggap atas situasi seperti ini. Sementara itu diketahui pihaknya telah memberikan usulan sejak lama sekali agar Pemkab membuat shelter atau rumah aman bagi perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, lengkap dengan pelayanan dukungan psikologis, hukum dan sosial terlebih telah dibuat Perda perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan.

 

Ditambahkannya, Pemkab masih memiliki banyak aset rumah dinas yang tidak terpakai yang bisa digunakan sebagai shelter atau rumah aman bagi wanita dan anak korban kekerasan.

Baca Juga  Ribuan ASN Lombok Tengah Belum Terima Gaji

 

Dia berharap jika Pemkab tanggap dengan membuat shelter tersebut, koordinasi antara pihak kepolisian dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta OPD lainnya menjadi terpadu dalam mengatasi kasus kekerasan seksual dan kasus lainyya.

 

“Inilah yang sampai ini belum ada, kebutuhan seperti kasus ini yang sulit ditangani karena tidak ada sarana, karena pendampingan ini perlu sarana khusus dan tempat khusus,” sentilnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.