LOMBOK – Anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD Lombok Tengah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dono Kasino Indro tidak pernah menyangka bisa duduk di kursi parlemen mewakili masyarakat Dapil Kecamatan Pujut dan Praya Timur. Sementara Dono dilantik, Senin 1 Deember 2025.
“Memang benar tidak pernah terpikir, sebelumnya juga saya belum pernah injak Kantor DPRD. Karena kita kan kalangan masyarakat biasa dari selatan tapi mungkin takdir yang memanggil kita dan akhirnya mendaftar menjadi Caleg DPRD melalui PKS,” katanya kepada media, Selasa 2 Desember 2025.
Dengan amanah baru yang dipikulnya, Dono berkomitmen selama duduk di kursi parlemen bisa menyampaikan aspirasi seluruh warga sekitar dapilnya. Sejumlah potensi mulai dari bidang pertanian, kelautan dan pariwisata menurutnya masih bisa dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat.
Soal langkah kedepan, ia masih mengikuti alur kerja komisi yang didudukinya menggantikan Mahrup. Namun selebihnya dia siap ditempatkan di mana saja tergantung arahan dari partai, sementara itu soal janji dan aspirasi kepada masyarakat dirinya berharap dapat ditampung pada kegiatan reses mulai tahun mendatang.
Pria yang sebelumnya mengaku sebagai penggembala kerbau dan pekerja serabutan ini terakhir bekerja sebagai operator alat berat. Ia tidak menyangka dapat dilantik sebagai anggota DPRD, mengingat dirinya pribadi tidak memiliki pengalaman sebelumnya memimpin masyarakat. Namun pada Pileg lalu, Dono mendapatkan dukungan sebanyak 2.530 lebih suara di Dapil Pujut dan Praya Timur atau menempati posisi suara kedua tertinggi.
“Kita sebelumnya memang belum pernah ya ada jasa ke masyarakat, jadi untuk mendapatkan suara satu saja juga susah dan alhamdulilah sekarang saya pribadi telah dilantik kemarin, mudah-mudahan kedepan bisa memenuhi aspirasi dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Terkait namanya yang unik, dia menyebut ini merupakan suatu kelebihan. Sebab saat pileg namanya menjadi mudah diingat oleh masyarakat untuk dipilih. Lebih lanjut saat masih duduk di bangku sekolah dasar, namanya hanya Dono namun saat menjelang lulus gurunya menambahkan namanya menjadi Dono Kasino Indro.
“Dulu kan kita tidak tau karena masih kecil, tapi alhamdulilah dengan nama seperti ini jadi mudah dikenal dan membawa berkah,” ucapnya lagi.
Dorongan untuk maju sebagai Caleg, ada andil besar dukungan orangtua dan keluarganya. Sambung pria berumur 37 tahun ini, mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya serta berharap kedua orangtuanya senantiasa diberikan keberkahan dalam hidup mereka.
Sebelumnya saat mengetahui ia kalah dalam Pileg lalu, Dono sempat merasakan kecewa dan melanjutkan pekerjaannya sebagai operator alat berat. Tapi kedua orangtua dan keluarga selalu memberikan dukungan kepada dirinya.
Awal cerita mendaftar sebagai Caleg dari PKS, Dono mengatakan sebenarnya hanya mendampingi salah seorang kawannya yang akan maju dalam Pileg tahun 2024, ternyata tidak mencukupi persyaratan kemudian dirinya ikut juga mendaftar dan akhirnya diterima dan tidak melalui mekanisme pengkaderan dari parpol.(nis)





