LOMBOK – Jembatan penghubung di Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah sudah tiga bulan lamanya putus. Sampai sekarang tak kunjung ada perbaikan dilakukan pemerintah. Jembatan ini putus akibat banjir dan longsor.
Mirisnya, dampak jembatan putus menyebabkan aktivitas warga terganggu. Sebab, jembatan ini sebagai jalur utama menuju lima dusun.
Sanusi warga setempat menceritakan bahwa setelah jembatan utama terputus masyarakat langsung membangun jembatan alternatif agar akses tidak lumpuh. Tapi jembatan darurat dibangun kembali tergerus arus air dan longsor, baru-baru ini.
“Jembatan ini menghubungkan semua dusun, yaitu Dusun Ramush, Pengkores, Bare Eleh, Bual, Nyeredet, dan seluruh dusun yang ada di wilayah Bual. Ini jalan utama ketika terputus, warga harus memutar lewat jalan Peseng sejauh sekitar 5 kilometer,” ceritanya kepada media, di lokasi Selasa, 9 Desember 2025.
Sanusi mengatakan, warga kini kembali membangun jembatan alternatif untuk kedua kalinya agar kendaraan bermotor tetap dapat melintas.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan membangun jembatan permanen mengingat perannya sangat vital sebagai penghubung dusun, desa, serta akses menuju Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Tengah.
Di tempat yang sama, Halil warga setempat menceritakan kondisi jembatan semakin parah akibat terjangan air yang sangat kuat serta dorongan pohon aren yang tumbang. Sehingga jembatan alternatif kembali rusak.
“Kemarin masih bisa dilalui kendaraan tapi ketika hujan lagi jembatan terputus dan tidak bisa dilalui,” ceritanya.
Halil mengatakan jembatan alternatif pertama yang dibangun warga hanya mampu bertahan sekitar satu bulan sebelum kembali roboh akibat hujan.
Dia menyampaikan, penyebab runtuhnya jembatan alternatif tersebut adalah derasnya arus air yang mengakibatkan tanah longsor serta struktur jembatan yang tidak mampu menahan tekanan air.(hil)





