Tiga Bulan Jembatan Putus di Aik Bual Tak Kunjung Diperbaiki Pemerintah

oleh -814 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK. ID/ Warga Desa Aik Bual, Kopang saat turun melihat jembatan yang putus, Selasa 9 Desember 2025.

 

 

 

 

LOMBOK – Jembatan penghubung di Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah sudah tiga bulan lamanya putus. Sampai sekarang tak kunjung ada perbaikan dilakukan pemerintah. Jembatan ini putus akibat banjir dan longsor.

Mirisnya, dampak jembatan putus menyebabkan aktivitas warga terganggu. Sebab, jembatan ini sebagai jalur utama menuju lima dusun.

 

Sanusi warga setempat menceritakan bahwa setelah jembatan utama terputus masyarakat langsung membangun jembatan alternatif agar akses tidak lumpuh. Tapi jembatan darurat dibangun kembali tergerus arus air dan longsor, baru-baru ini.

Baca Juga  WALHI NTB: Pertambangan Bukan Tugas Utama Ormas Keagamaan

 

“Jembatan ini menghubungkan semua dusun, yaitu Dusun Ramush, Pengkores, Bare Eleh, Bual, Nyeredet, dan seluruh dusun yang ada di wilayah Bual. Ini jalan utama ketika terputus, warga harus memutar lewat jalan Peseng sejauh sekitar 5 kilometer,” ceritanya kepada media, di lokasi Selasa, 9 Desember 2025.

 

Sanusi mengatakan, warga kini kembali membangun jembatan alternatif untuk kedua kalinya agar kendaraan bermotor tetap dapat melintas.

Baca Juga  Bupati Pathul Serahkan SK untuk P3K, Juli Sudah Terima Gaji

Warga berharap pemerintah segera turun tangan membangun jembatan permanen mengingat perannya sangat vital sebagai penghubung dusun, desa, serta akses menuju Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Tengah.

 

Di tempat yang sama, Halil warga setempat menceritakan kondisi jembatan semakin parah akibat terjangan air yang sangat kuat serta dorongan pohon aren yang tumbang. Sehingga jembatan alternatif kembali rusak.

Baca Juga  Seorang Pria Diduga Cabuli Empat Anak Bawah Umur di Desa Aik Bukak

 

“Kemarin masih bisa dilalui kendaraan tapi ketika hujan lagi jembatan terputus dan tidak bisa dilalui,” ceritanya.

Halil mengatakan jembatan alternatif pertama yang dibangun warga hanya mampu bertahan sekitar satu bulan sebelum kembali roboh akibat hujan.

Dia menyampaikan, penyebab runtuhnya jembatan alternatif tersebut adalah derasnya arus air yang mengakibatkan tanah longsor serta struktur jembatan yang tidak mampu menahan tekanan air.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.