LOMBOK – Pemerintah Lombok Tengah tidak akan menggelar perayaan pergantian tahun. Tidak seperti tahun lalu dengan menggelar hiburan perayaan dengan mendatangkan artis lokal bahkan nasional.
Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah mengatakan, pada perayaan tahun baru 2026 Pemkab tidak menggelar acara tertentu. Katanya, ini sebagai bentuk simpati akan bencana banjir yang menimpa masyarakat Aceh dan Sumatera.
“Kita lebih merasakan bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar. Jadi kita iktikaflah kan sekarang bulan Rajab kesempatan untuk melakukan amalan,” katanya kepada media di ruang kerjanya, Selasa 23 Desember 2025.
Sementara terkait libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026. Wabup mengaku belum mengecek kembali jika ada perubahan kapan ASN akan kembali masuk bekerja setelah libur Natal dan tahun baru. Namun pihaknya patuh pada arahan Pemerintah Pusat.
Kata Wabup, ia mempersilakan ASN untuk menikmati hari libur Natal dan Tahun Baru bersama keluarga ke pusat perbelanjaan atau belibur di hotel. Tapi wabup juga berpesan jangan berlebihan karena mengingat kebutuhan hidup selanjutnya.
Sedangkan soal penggunaan kendaraan dinas untuk berlibur, Nursiah mengatakan pemanfaatan kendaraan tersebut untuk bertugas dengan tanggung jawab yang diberikan. Wabup berharap ASN yang memegang kendaraan dinas jangan sampai melanggar aturan yang berlaku.
Walaupun demikian Pemkab tetap mengawal kondusifitas daerah selama libur panjang tersebut, mengingat jumlah kunjungan wisatawan sejumlah tempat wisata di Lombok Tengah diperkirakan akan meningkat baik di wilayah selatan dan utara.
Katanya, sejumlah OPD selama Natal dan Tahun Baru disiagakan yakni Dinas Perhubungan, Satpol PP dan dinas lainnya. Sedangkan dari sisi setiap destinasi wisata pasti telah melakukan persiapan, namun yang perlu dijadikan perhatian soal tarif masuk dan parkir.(nis)





