Mahasiswa KKN Unram Sosialisasi Pembudidayaan Magot Sebagai Pakan Ternak di Desa Teruwai

oleh -659 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Mahasiswa KKN Unram di aula Kantor Desa Teruwai, Pujut, Lombok Tengah saat melaksanakan sosialisasi, Jumat, 2 Januari 2026.

 

 

LOMBOK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) tahun akademik 2025/2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi pembudidayaan magot sebagai pakan ternak,  Jumat, 2 Januari 2026 di Aula Kantor Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan ekonomi berkelanjutan.

 

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri para kepala dusun di Desa Teruwai. Kehadiran para pemangku wilayah dusun diharapkan dapat menjadi jembatan dalam penyebarluasan informasi dan penerapan budidaya magot di lingkungan masyarakat desa secara lebih luas.

Baca Juga  Mahasiswa Unram di Rempek Berikan Pelatihan Olah Biji Kakao jadi Bubuk Cokelat

 

Sosialisasi menghadirkan Sase Nogyran Andri Lia sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, dia menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep dasar magot (larva Black Soldier Fly/BSF), manfaatnya sebagai pakan ternak alternatif, serta teknik dasar pembudidayaan yang mudah diterapkan di tingkat rumah tangga maupun skala kelompok.

 

Pemateri menekankan bahwa magot memiliki kandungan protein tinggi sehingga sangat potensial digunakan sebagai pakan ternak unggas, ikan, dan hewan ternak lainnya. Selain itu, budidaya magot juga berperan penting dalam mengurangi limbah organik rumah tangga, karena magot mampu mengurai sisa makanan dan sampah organik secara cepat dan efisien.

Baca Juga  TP PKK Lombok Tengah Akan Lakukan Penyuluhan ke Sekolah

“Budidaya magot tidak hanya membantu menekan biaya pakan ternak yang selama ini cukup tinggi, tetapi juga menjadi solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan serta berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Sase Nogyran Andri Lia.

 

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, ditandai dengan berbagai pertanyaan yang diajukan terkait proses pembuatan kandang magot, jenis pakan magot, perawatan, hingga peluang pemasaran hasil budidaya. Beberapa kepala dusun menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan budidaya magot di wilayah masing-masing sebagai program pendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga  Cerita Sudalan Wangsa Paringga, Pemilik Perpustakaan Jalanan

 

Sementara itu, Ketua mahasiswa KKN Unram di Desa Teruwai, Hafidh Arrahman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan inovasi sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat. Ke depannya, mahasiswa KKN berencana melakukan pendampingan lanjutan berupa praktek langsung pembuatan kandang magot dan pengelolaan hasil budidaya.

 

“Melalui kegiatan sosialisasi pembudidayaan magot ini, kami harap masyarakat Desa Teruwai dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal, sekaligus mendukung penerapan konsep ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa,” kata Hafidh Arrahman.(red)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.