LOMBOK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) di Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur melaksanakan program pengolahan kotoran kerbau menjadi pupuk kompos ramah lingkungan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui pemanfaatan potensi lokal desa.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh potensi peternakan kerbau yang cukup besar di Desa Dadap. Selama ini, limbah kotoran ternak belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan apabila dibiarkan menumpuk. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa Universitas Mataram berupaya menghadirkan solusi aplikatif dengan mengolah limbah ternak menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Universitas Mataram melibatkan masyarakat secara aktif melalui kegiatan sosialisasi dan praktik langsung. Proses pembuatan pupuk kompos dilakukan dengan mencampurkan kotoran kerbau, molase, serta larutan EM4 sebagai bahan fermentasi alami. Campuran tersebut diaduk hingga merata dan difermentasi dalam jangka waktu tertentu sampai menghasilkan pupuk kompos siap digunakan pada lahan pertanian.
Pupuk kompos yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan kesuburan dan kualitas tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan pupuk organik juga dinilai dapat menekan biaya produksi dan mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan di tingkat desa.
Ketua KKN Desa Dadap, Alif menyampaikan bahwa program ini dirancang agar mudah diterapkan dan berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kotoran kerbau yang selama ini terbuang menjadi pupuk kompos yang bermanfaat, sehingga dapat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya, Jumat, 30 Januari 2026.
Katanya, masyarakat Desa Dadap menyambut positif kegiatan tersebut dan menunjukkan antusiasme selama proses pelatihan dan praktik. Warga berharap program pengolahan pupuk kompos ini dapat terus dikembangkan meskipun masa KKN telah berakhir.
“Melalui kegiatan ini, Universitas Mataram berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal,” katanya.(red)





