Mahasiswa Unram Sulap Sampah Plastik jadi Bunga Hias Siap Dipasarkan

oleh -542 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Mahasiswa KKN PMD Unram foto bersama siswa SDN 3 Sembalun Bumbung, Lombok Timur.

 

 

LOMBOK – Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram (Unram) sukses menggelar pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan tangan bernilai estetis di SDN 3 Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 26 – 28 Februari 2026 dengan melibatkan siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 sebagai motor penggerak perubahan lingkungan. Hasilnya, ratusan gelas plastik bekas yang awalnya tidak bernilai kini menjadi rangkaian bunga hias yang cantik dan siap dipajang maupun dipasarkan.

 

Ketua KKN PMD Unram, Hefta Ariawan mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan kewirausahaan (entrepreneurship).

 

“Manfaatnya tidak hanya dirasakan secara ekologis melalui pengurangan volume sampah, tetapi juga secara edukatif, di mana siswa belajar bahwa kreativitas mampu mengubah barang sisa menjadi barang berharga,” katanya.

Baca Juga  Ponpes Al Azhar Belum Kantongi Izin, Kemenag Loteng Dukung Laporan LPAI

 

Dia menceritakan, pihaknya melibatkan sekitar 40 siswa per kelas, pelatihan ini menciptakan ruang belajar yang interaktif dan menyenangkan di luar kurikulum formal.

“Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Sembalun Bumbung merupakan salah satu primadona desa wisata di kaki Gunung Rinjani yang terus bersolek menarik wisatawan. Tapi seiring meningkatnya popularitas wisata, permasalahan sampah plastik terutama gelas plastik menjadi tantangan serius yang mengancam keasrian lingkungan,” terangnya.

 

Maka dengan itu, mahasiswa KKN PMD Unram melihat adanya urgensi untuk menyelaraskan potensi desa wisata dengan manajemen sampah yang berkelanjutan agar citra Sembalun sebagai destinasi hijau tetap terjaga.

Baca Juga  Pemotongan Tunjangan Sertifikasi Guru di Loteng Terancam Batal

Pemilihan pembuatan bentuk bunga dari limbah gelas plastik didasari oleh filosofi Sembalun yang kaya akan flora dan keindahan alam. Selain alat dan bahannya yang mudah didapat, teknik pembuatan bunga plastik ini relatif sederhana untuk dipelajari oleh siswa sekolah dasar namun memiliki daya tarik visual yang tinggi.

“Kerajinan bunga dianggap paling representatif untuk dijadikan sebagai suvenir khas yang ringan, awet, dan mampu mempercantik sudut-sudut penginapan atau kedai kopi di kawasan wisata Sembalun,” tuturnya.

“Harapan besarnya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi pemicu lahirnya produk ekonomi kreatif lokal. Jika dikelola dengan konsisten, kerajinan tangan dari plastik ini diproyeksikan dapat menjadi salah satu objek atau daya tarik wisata tambahan di Sembalun Bumbung,” sambung dia.

Baca Juga  Hari Ini Batas Pengunduran Diri Guru Madrasah Nyaleg

Sementara, wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat membeli produk daur ulang karya anak-anak desa sebagai bentuk dukungan terhadap pariwisata yang ramah lingkungan.

Melalui sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat, pengolahan sampah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem desa wisata yang mandiri dan bersih. Dengan mengubah sudut pandang terhadap sampah, SDN 3 Sembalun Bumbung kini telah memulai langkah kecil yang berdampak besar bagi masa depan pariwisata berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.(red)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.