Siswa SDN 1 Labulia Lapor ke Guru Ada Belatung di MBG

oleh -253 Dilihat
FOTO TANGKAPAN LAYAR dari video akun facebook @yuli terlihat belatung keluar dari buah potong menu MBG di SDN 1 Labulia, Jonggat, Lombok Tengah, Senin 9 Februari 2026.

 

 

LOMBOK – Ditemukan sejumlah belatung di menu makanan bergizi gratis (MBG) di SDN 1 Labulia, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Awal temuan ini ribut setelah video belatung yang diunggah di media facebook, Senin 9 Februari 2026.

 

Kepala SDN 1 Labulia, Hatim membenarkan salah seorang siswa Kelas III menemukan belatung di menu MBG dibagikan. Belatung ditemukan keluar dari potongan buah naga.

 

“Dia lapor kepada tiang (saya, red), Pak Guru kok ada ulat,” cerita kepala sekolah kepada media di ruang kerjanya, Selasa 10 Februari 2026.

Baca Juga  Polres Lombok Tengah Dalami Dugaan Penimbunan BBM Subsidi Sekala Besar

 

Ini Video Penemuan Belatung di Menu MBG :

 

 

 

Atas temuan ity, pihaknya telah melaporkan kejadian itu namun dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum memberikan tanggapan.

Kapsek berharap sebelum melakukan distribusi makanan pihak SPPG kembali memeriksa makanan yang akan dibagikan, agar hal serupa tidak terulang kembali.

 

“Kan ada ahli gizi bagaimana makanan bisa higienis dan bergizi kalau kayak kemarin itu,” katanya.

Baca Juga  Peluru Nyasar di Desa Jago, Plafon Rumah Warga Jebol

 

Terpisah, Kepala SPPG Labulia Ahmad Tambih mengakui hal tersebut karena adanya kelalaian dari pihaknya yang tidak melakukan pengecekan kembali makanan yang akan distribusi.

 

Kata Ahmad, pihaknya saat melakukan sortir buah terlihat semua baik – baik saja, namun saat buah dipotong pihaknya kurang teliti melakukan pengecekan.

 

“Kami mengaku salah, saya mengucapkan permintaan maaf karena ada human error,” dalihnya.

 

Ditegaskan Ahmad, pihaknya sangat tebuka dengan adanya komplain dan kritik soal makanan program MBG yang diolah SPPG yang ia pimpin.

Baca Juga  Dewan Loteng Harap Kuota P3K Diperbanyak untuk Nakes

Ahmad membantah tidak merespons keluhan pihak sekolah, ia mengaku setiap mengetahui adanya kejadian serupa langsung mengganti menu yang diberikan.

Klaimnya, setiap turun melakukan pendistribusian, dia juga aktif menanyakan kepada pihak sekolah  bagaimana tanggapan siswa soal menu yang telah dibuat.

 

“Pokoknya kami berupaya setiap makanan yang diterima oleh penerima manfaat ini adalah makanan yang bagus, higienis dan bergizi,” dalihnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.