LOMBOK – Hasil pemeriksaan laboratorium (Lab) Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) Mataram terhadap susu kemasan yang dibagikan dalam program makan bergizi gratis (MBG) di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah terbukti mengandung bakteri. Dampaknya, 38 orang siswa dilarikan ke puskesmas karena mengalami mual dan pusing. Sementara hasil Lab BPPOM Mataram diterima oleh Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Jumat, 29 Januari 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Putrawangsa mengaku tidak memastikan secara hukum penyebab insiden keracunan tersebut. Katanya, pihak kepolisian yang bisa menyampaikan.
Sedangkan dari tiga sampel susu kemasan yang diuji lab, terbukti satu kemasan yang tanpa tanggal kadaluarsa mengandung bakteri Estecheria Coli dan Staphylococcus Aureus. Dimana, pada kemasan susu dengan tanggal kadaluarsa 16 Januari dan 17 Januari 2026 terkandung Estecheria Coli, Staphylococcus Aureus dan Baccilus Cereus. Sedangkan dua sampel makanan lainnya yakni, roti dan buah apel fuji memenuhi syarat keamanan makanan.
“Rata-rata susu Ini yang bermasalah, menyebabkan para penerima manfaat itu mual dan pusing,” ungkapnya kepada koranlombok.id, Rabu 4 Februari 2026.
Putrawangsa mengaku jika hasil ini telah diserahkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk ditindaklanjuti kepada SPPG. Apakah akan diberikan sanksi atau tidak. Sepengetahuan dirinya, SPPG penyalur MBG di Darmaji itu masih belum beroperasi.
Dikatakannya, begitu ada laporan saat terjadi keracunan, pihaknya langsung melakukan langkah pengawasan dan pengecekan mulai dari peralatan dan fasilitas pendukung sampai dengan bagaimana proses pembuatan makanan. Soal sertifikat laik higienitas dan sanitasi (SLHS) juga telah dipenuhi oleh SPPG tersebut.
“Yang paling pasti penyebab masalahnya dahulu kita lakukan pengiriman sampel, inspeksi SPPG bagaimana proses sampai dengan distribusinya diterima dari mana karena telah tercatat di sistem kewaspadaan dini dan respon (SKDR) dan telah kami catat di Dinas Kesehatan Provinsi,” tutupnya.
Sebelumnya, sebanyak 38 orang siswa di Desa Darmaji keracunan susu kemasan MBG. Kejadian ini terjadi, Sabtu 17 Januari 2026. Siswa berasal dari SDN 1 Darmaji dan MI Hidayatusholihin NW Lanji
Data yang diterima Koranlombok.id, 24 orangĀ siswa dilarikan ke Puskesmas Pengadang. Sementara 14 siswa dirawat di Puskesmas Muncan. Selama perawatan di dua puskesmas, tersisa dua orang siswa menjalani rawat inap dan sisanya boleh dipulangkan.(nis)





