1.507 Kepala Keluarga Terdampak, Lombok Tengah Tanggap Darurat Bencana

oleh -292 Dilihat
FOTO LUKMAN FOR KORANLOMBOK.ID / Warga di Desa Kuta, Lombok Tengah saat melakukan bersih-bersih pasca banjir menerjang, Selasa, 24 Februari 2026.

 

 

 

LOMBOK – Hujan yang mengguyur Kabupaten Lombok Tengah sejak Senin 23 Februari malam hingga Selasa 24 Februari 2026 menyebabkan banjir parah di tiga kecamatan. Praya Timur, Praya Barat, dan Praya Barat Daya.

Data sementara yang diperoleh dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Lombok Tengah sebanyak 1.507 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.

Di Kecamatan Pujut wilayah terdampak meliputi Desa Kuta dengan 167 KK terdampak. Desa Pengembur 64 KK terdampak, Desa Bangket Parak 450 KK, dan Desa Nandus belum ada data.

Selanjutnya, Kecamatan Praya Barat Desa Tanak Rarang 64 KK terdampak, Desa Stanggor belum ada data, dan Desa Penujak belum ada data.

Baca Juga  Video Jamberet Nyaris Dihabisi Warga di Desa Pengembur

 

Kecamatan Praya Timur, desa yang terdampak Desa Landah, Desa Ganti, Desa Semoyang, Desa Bilelando 234 KK data gabungan terdampak, Desa Mujur, Desa Beleka Lebe Sane 150 KK terdampak, Desa Beleka Daye 50 KK, bahkan Desa Ganti 286 KK terdampak.

 

Selain banjir, angin puting beliung terjadi di Kecamatan Batukliang Utara tepatnya di Desa Seteling 1 KK terdampak, Kelurahan Praya 1 KK, dan Desa Kuta mengakibatkan satu unit toko terdampak. Banjir dan puting beliung, ada tanah longsor juga terjadi di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat.

 

 

Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf mengatakan hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama menjadi penyebab utama bencana terjadi.

Baca Juga  Penyidik Kejati NTB Geledah Dua Tempat, Terkait Korupsi Tambang Pasir

Ridwan menyebutkan, dari tiga kecamatan jumlah terdampak dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar 1.057 KK dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Praya Timur hingga sembilan desa.

 

Dimana di Desa Kidang Dusun Peras terdampak dan tiga warga sempat terjebak banjir namun berhasil dievakuasi menggunakan perahu nelayan setelah pihak BPBD berkoordinasi dengan tim penyelamat karena akses darat tidak memungkinkan.

Selanjutnya, akses menuju Desa Bangket Parak sempat terputus karena jembatan tertutup air. Tim BPBD juga mengalami kendala menjangkau lokasi akibat tingginya genangan dan jalan yang tidak terlihat.

 

Meski demikian, BPBD tidak mendirikan tenda pengungsian karena warga yang terdampak masih dapat mengungsi sementara di rumah kerabat atau tetangga.

Baca Juga  Puteri Mandalika NTB 2023, Ni Luh Putu Ayu Hariyani

Untuk penanganan darurat, BPBD menyiapkan anggaran logistik sebesar Rp 167 juta yang mencakup beras, mie instan, sosis, air mineral, dan abon untuk kebutuhan warga terdampak.

 

Terkait status kebencanaan, pemerintah daerah telah menetapkan dan mengaktifkan status tanggap darurat sebagai dasar percepatan penanganan dan pengajuan bantuan. Sementara itu, status siaga darurat tetap berlaku hingga 31 Maret 2026 sesuai penetapan sebelumnya.

 

Ridwan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang yang diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.