LOMBOK – Heboh penemuan menu sajian program makan bergizi gratis (MBG) berupa kue bolu kukus pada bulan Ramadan ditemukan belatung. Kejadian ini di Desa Ketare, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada Selasa, 10 Maret 2026.
Kepala Sekretariat Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Setiawan mengatakan SPPG terkait telah dihentikan operasionalnya sementara. Kemudian kemarin pihak Kepala SPPG telah diminta oleh Koordinator Wilayah untuk memberikan keterangan tertulis terkait kejadian tersebut.
Katanya, laporan itu telah dilanjutkan ke Koordinator Regional dan diteruskan ke badan gizi nasional (BGN), kemudian muncul instruksi langsung untuk menutup operasional SPPG Ketare sementara.
“Jadi pada saat kami menerima informasi dari salah satu orangtua murid atau penerima manfaat, dari korwil telah meminta kepala SPPG mengirim makanan untuk hari itu. Setelah dilihat ternyata salah satu menu yang diberikan adalah betul dan memang ada laporan soal menu yang terdapat belatung,” ungkapnya kepada media, Rabu 11 Maret 2026.
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Lombok Tengah ini mengatakan, terkait berapa lama akan ditutup tergantung dari BGN.
Selanjutnya nanti pihak BGN akan menelusuri bagaimana kronologi makanan tersebut bisa lolos dari screening, termasuk akan menelusuri supplier makanan.
“Bagaimana pola kerjasam apalah itu pihak yayasan selaku supplier atau mitra sebagai supplier, siapa yang menyediakan ataupun UMKM nanti akan ditelusuri,” jelasnya.
Diketahui SPPG yang ditutup sementara di Lombok Tengah ada tiga yakni, di Desa Ketare dan Desa Darmaji, Kecamatan Kopang akibat insiden 38 siswa di dua sekolah keracunan susu kemasan beberapa waktu lalu dan terakhir di Desa Bakan, Kecamatan Janapria karena menu yang diberikan berjamur dan tidak layak.
Soal sanksi Satgas MBG masih menunggu lebih lanjut keputusan dari pihak BGN, namun dengan penutupan sementara tersebut sudah termasuk merupakan salah satu bentuk sanksi yang diberikan. Keseluruhan SPPG di Lombok Tengah 166 SPPG dengan rincian 159 telah beroperasi dan 7 unit masih dalam proses persiapan dengan sasaran sebanyak 422.555 penerima manfaat. (nis)






