Bupati Pathul Bicara WFH ASN Hingga Pengurangan PPPK Lombok Tengah

oleh -1403 Dilihat
FOTO SATRIA TIM DOK KORANLOMBOK.ID / Tampak Kantor Bupati Lombok Tengah yang diambil dari udara.

 

LOMBOK – Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri buka suara terkait dampak efisiensi anggaran dari pemerintah pusat hingga dampak perang di Timur Tengah. Terkait kondisi yang mengkhawatir ini, Pathul mengaku belum melakukan rembuk soal efisiensi anggaran untuk menghemat energi dan pemberlakuan jam kerja bagi ASN.

 

Terkait rencana bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi ASN dan PPPK, Pathul mengaku akan melihat perkembangan nasional pada sepekan hingga dua pekan ke depan. Begitu juga untuk jam kerja bagi PPPK Paruh Waktu.

Baca Juga  Anggaran Rumah Tidak Layak Huni Diduga Dipotong, Pembangunan Macet

 

“Tunggu kita belum musyawarah, belum kita rembuk, kita lihat perkembangan lebih lanjut,” tegasnya kepada media usai perayaan Lebaran Topat di Becingah Agung Masmirah, Sabtu 28 Maret 2026.

 

Sementara itu, Pathul sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini menyampaikan belum ada koordinasi pemerintah kabupaten dengan pemerintah pusat soal kebijakan baru itu. Kendati Kota Mataram telah menginstruksikan ASN untuk berangkat bekerja dengan sepeda demi efisiensi anggaran dan energi.

Baca Juga  Jalan Menuju SDN Bangket Molo Desa Mekar Sari Rusak Parah

 

Ditambahkan bupati, dulu instruksi serupa pernah dilakukan oleh Pemkab Lombok Tengah namun karena kondisi ketersediaan BBM masih memenuhi sehingga urung dilakukan.

 

Sementara soal adanya ancaman PPPK untuk dikurangi akibat efisiensi anggaran seperti di daerah lain, Pathul mengatakan Pemkab Lombok Tengah belum memikirkan ke arah sana.

Baca Juga  Pendaftar Poltekpar Lombok Lebihi Target

 

“Kita belum mengarah ke sana, PPPK untuk sementara masih seperti dulu,” katanya.

 

Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya mengatakan potensi pengurangan PPPK masih belum ada. Anggaran APBD sampai saat ini diklaim masih cukup untuk memberikan gaji kepada PPPK di Lombok Tengah.

 

“Sampai sejauh ini kita masih ada nafas ya, kita harus menerima keadaan (efisiensi, red) ini ya,” katanya singkat.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.