LOMBOK – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB kembali membuat gebrakan nyata dalam dunia pendidikan dan ekonomi kerakyatan melalui peluncuran ekspor center UNU NTB. Inisiatif ini hadir bukan sekadar sebagai wadah akademik, melainkan sebuah ekosistem terintegrasi yang menghubungkan para petani, peternak, dan nelayan di pelosok desa langsung dengan pasar dunia.
Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah menegaskan bahwa keberadaan Ekspor Center adalah bentuk ikhtiar universitas dalam memberikan manfaat seluas-luasnya.
“Kami berkomitmen melahirkan sarjana yang berkualitas dan siap mengabdi sejak di bangku kuliah. Mahasiswa kami dididik untuk tidak hanya memahami teori di atas kertas, tetapi menjadi aktor utama yang membawa perubahan ekonomi bagi masyarakat,” terang Dr. Baiq Mulianah dalam rilis resminya.
Menghubungkan Potensi Desa dengan Standar Dunia
Ekspor Center UNU NTB beroperasi sebagai agregator strategis yang mengelola seluruh proses perdagangan internasional, mulai dari negosiasi dengan pembeli (buyer), kontrol kualitas (QC), sertifikasi, hingga urusan logistik.
Sementara itu, Dosen Pelopor Ekspor Center Supiandi menjelaskan bahwa kampus memiliki fleksibilitas inovasi untuk memenuhi standar global.
“Kami memaksimalkan jaringan global yang kuat dengan dunia industri untuk pertumbuhan ekonomi daerah. Kami menjadi jembatan agar produk asli desa bisa memenuhi ekspektasi buyer internasional,” katanya tegas.
Bukti nyata telah ditunjukkan pada 11 April 2026, di mana komoditas kopi berhasil dikirim ke Korea Selatan dan Kemiri ke Jepang. Saat ini, Ekspor Center tengah menyiapkan permintaan besar dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Malaysia, Vietnam, Singapura, hingga kawasan Eropa.
Filosofi dan Aksi: Cerita dari Garis Depan
Bagi para mahasiswa, program ini telah mengubah pandangan mereka tentang dunia kerja. Raihan Candra Firmansyah, Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi, menceritakan pengalaman emosionalnya saat terjun langsung ke lapangan.
“Dulu saya mengira teori kesejahteraan dalam perdagangan internasional hanya ada di buku. Namun, saat kami mengambil kemiri dari petani di Bima dan kopi di Sembalun, saya melihat kebahagiaan nyata di wajah mereka saat menerima pembayaran. Uang itu mereka gunakan untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Di saat yang sama, buyer di luar negeri sangat membutuhkan produk kita. Ini bukan sekadar bisnis, ini adalah tentang saling membantu antar-bangsa,” tutur Raihan.
Ditambahkan Ahmad Hikam Bariki, Ketua Himpunan Mahasiswa merasa bangga diberikan tanggung jawab teknis mulai dari pengemasan hingga logistik. Sementara itu, Andi Hidayatullah, mahasiswa semester 6 melihat kegiatan ini sebagai bentuk meneladani spirit perdagangan lintas negeri.
“Pak Supiandi mengajar kami dengan pendekatan komprehensif, mulai dari filsafatnya, diajak berpikir keras, hingga menjadi eksekutor di lapangan. Saya mengajak mahasiswa di luar UNU NTB, mari bersama-sama belajar menjadi pengusaha lintas negara. Di sini, saat satu jalan buntu, jaringan yang luas selalu memberikan jalan keluar yang lebih mulus,” seru Andi.
Sinergi Lintas Sektoral
Keberhasilan Ekspor Center UNU NTB didukung penuh oleh mitra strategis seperti Bank Indonesia, Bea Cukai Mataram, Badan Karantina Indonesia (NTB), dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap langkah ekspor yang dilakukan mahasiswa dan pelaku usaha berjalan sesuai regulasi dan standar internasional.
Dengan semangat kemanusiaan dan profesionalisme, UNU NTB membuktikan bahwa pendidikan tinggi bisa menjadi mesin penggerak kesejahteraan masyarakat hingga ke level akar rumput.(red)





