Polisi Terima Laporan Kasus Pengeroyokan Sekdes Montong Gamang

oleh -585 Dilihat
FOTO ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Kasi Humas Polres Lombok Tengah (IPTU Lalu Brata Kusnadi)

 

 

LOMBOK  — Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi membenarkan adanya laporan masuk kasus dugaan penganiayaan dengan korban sekretaris desa (Sekdes) Montong Gamang, Kecamatan Kopang Enggos Sofian Indra. Peristiwa ini terjadi pada kegiatan nyongkolan. Laporan diterima Polsek Kopang Minggu, 12 April 2026.

Kata Kasi Humas, dalam kasus ini tiga orang yang menjadi korban telah dimintai keterangan. Sekdes Montong Gamang, ibu pelapor, serta kakaknya yang juga menjadi korban. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Baca Juga  Lonjakan Penumpang Pesawat Diprediksi Tembus 9 Persen

 

“Intinya kasus ini sudah ditangani oleh Polres Lombok Tengah melalui Polsek Kopang,” terangnya kepada Koranlombok.id via ponsel, Senin 13 April 2026.

 

Kasi Humas menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing maupun terprovokasi atas kejadian tersebut. Sehingga situasi tetap kondusif.

 

 

Sebelumnya, Sekdes Montong Gamang Enggos Sofian Indra, ibu hingga kakaknya diduga menjadi korban dugaan penganiayaan oleh oknum personel gendang beleq. Kejadian ini terjadi di simpang tiga Dusun Gonjong, Desa Montong Gamang, Minggu sore 12 April 2026.

Baca Juga  Daftar Nama 50 Anggota Dewan Lotim Terpilih Hasil Pemilu 2024

 

Kepala Desa Montong Gamang, H. M. Amin Abdullah yang dikonfirmasi Koranlombok.id membenarkan peristiwa tersebut. Kades menceritakan awal mula kejadian itu. Dimana, Sekdes saat melintas menggunakan mobil dan berpapasan dengan rombongan gendang beleq di lokasi kejadian.

Kata Kades, berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian. Sekdes sempat membunyikan klakson dengan maksud agar kendaraan yang berada di depannya bisa menepi atau berjalan lebih cepat. Namun disalahartikan oleh rombongan gendang beleq sehingga terjadi keributan.

Baca Juga  Warga Tolak Keberadaan Penampungan Anjing di Desa Mertak

 

“Namun terjadi kesalahpahaman, karena rombongan gendang beleq mengira mereka yang diminta untuk mempercepat langkah,” terang Kades via sambungan telepon, Senin 13 April 2026.

 

Akibat kesalahpahaman ini, Sekdes menjadi korban pengeroyokan. Tidak hanya Sekdes, ibu hingga kakaknya yang berada di lokasi juga turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Itu informasi sementara yang tiang (saya, red) dapat. Yang menjadi korban pengeroyokan ini Pak Sekdes  bersama ibu dan kakaknya juga,” ceritanya.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.