LOMBOK – Berikut catatan redaksi Koranlombok.id pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini pada Senin 20 Juli 2026.
Setidaknya perjalanan dua dekade terakhir ada tiga bupati yang pernah memimpin Lombok Barat tersangkut kasus korupsi. Fakta ini menjadikan Lombok Barat sebagai salah satu daerah di NTB dengan jejak paling panjang dalam catatan penindakan korupsi.
- Muhammad Iskandar, Awal Mula Catatan Kelam
Nama pertama adalah H. Muhammad Iskandar, Bupati Lombok Barat periode 2004–2009.
Pada 2008, KPK menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tukar guling aset bekas Kantor Bupati Lombok Barat. Kasus tersebut menyita perhatian nasional karena diduga menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar.
Penahanan Iskandar menjadi peringatan pertama bahwa praktik korupsi dapat menjerat kepala daerah yang sedang berkuasa.
- Zaini Arony
Beberapa tahun kemudian, giliran Zaini Arony yang menjadi sorotan.
Bupati Lombok Barat periode 2009–2014 itu pernah diproses KPK dalam perkara pemerasan terhadap investor pada tahun 2015. Setelah menjalani hukuman, ia kembali terseret kasus korupsi pengelolaan aset Lombok City Center (LCC) yang menyebabkan kerugian negara miliaran rupiah.
Perjalanan hukumnya berakhir dengan vonis yang kemudian diperbaiki pada tingkat kasasi menjadi lima tahun penjara.
Kasus tersebut menjadi ironi tersendiri karena memperlihatkan seorang mantan kepala daerah kembali harus berhadapan dengan hukum dalam perkara korupsi.
- Lalu Ahmad Zaini
Belum lama masyarakat berharap lahirnya tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, KPK kembali datang ke Lombok Barat.
Pada 20 Juli 2026, KPK melakukan OTT dan mengamankan 19 orang termasuk Bupati Lalu Ahmad Zaini. Sebanyak 7 orang kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam operasi itu, penyidik juga mengamankan uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang didalami.
Meski konstruksi perkara masih dikembangkan, OTT tersebut kembali menempatkan Lombok Barat dalam sorotan nasional.







