Mahasiswa KKN-PMD Unram Dorong UMKM Rensing Bat Melek Digital

oleh -91 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Foto bersama mahasiswa KKN-PMD Unram di Desa Rensing Bat.

 

 

LOMBOK – Derasnya arus digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk tidak hanya unggul dalam kualitas produk, mereka juga harus pandai dalam pemasaran berbasis teknologi.

 

Temuan mahasiswa KKN PMD Unram, di Desa Rensing Bat, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur masih memperlihatkan celah yang cukup lebar. Dimana, sebagian besar UMKM makanan rumahan yang umumnya dijalankan oleh ibu rumah tangga (ART) dan masyarakat usia produktif masih mengandalkan metode pemasaran tradisional.

 

“Seperti promosi dari mulut ke mulut serta penjualan langsung di sekitar lingkungan desa. Akibatnya, potensi produk lokal yang beragam belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan daya saingnya pun masih terbatas,” beber Ketua Kelompok KKN-PMD Rensing Bat, Muhammad Gilang Kurnia dalam rilis resmi diterima Koranlombok.id.

 

Atas kondisi ini, mahasiswa KKN-PMD Unram merasa perihatin dan para mahasiswa hadir untuk bisa berkontribusi dengan mengusung tema “Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Sosialisasi dan Pendampingan Manajemen UMKM”.

 

“Kami merancang program pendampingan yang sistematis dan terstruktur bagi para pelaku UMKM makanan di Desa Rensing Bat. Tidak sekadar menyampaikan teori di ruang pertemuan, mahasiswa KKN mengkombinasikan sesi sosialisasi dengan pendampingan langsung di lapangan sebuah pendekatan yang diharapkan mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan,” ungkap Gilang.

 

 

Dua Tahap Sosialisasi: Membangun Pondasi Pemahaman Digital

 

Dijelaskannya, program ini diawali dengan dua kali kegiatan sosialisasi yang dirancang untuk membangun pondasi pemahaman para pelaku UMKM mengenai pentingnya strategi pemasaran modern.

Diceritakannya, sosialisasi pertama mengangkat tema “Digital Marketing dan Pentingnya Branding serta Identitas Produk”. Dalam sesi ini, para pelaku UMKM diajak untuk menyadari bahwa sebuah produk tidak cukup hanya memiliki cita rasa yang lezat. Di pasar yang semakin kompetitif, produk juga perlu memiliki “wajah” yang khas, meliputi nama, logo, label, dan desain kemasan yang menarik.

“Kami bersama rekan-rekan mahasiswa KKN menjelaskan bagaimana identitas produk yang kuat dapat meningkatkan nilai jual, membangun kepercayaan konsumen, dan menciptakan daya ingat di benak pelanggan. Para peserta pun diperkenalkan dengan konsep sederhana tentang bagaimana membedakan produk mereka dari kompetitor, serta pentingnya konsistensi dalam membangun citra usaha,” katanya.

Baca Juga  Rekanan Bongkar Sumber Dana Taktis di RSUD Praya yang Dibagi-bagi

 

Selanjutnya, sosialisasi kedua berfokus pada “Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Promosi dan Pengelolaan Toko Digital”. Materi ini menjadi kelanjutan logis dari sosialisasi pertama. Setelah memahami pentingnya branding, para pelaku UMKM diajarkan bagaimana membawa identitas produk mereka ke ranah digital. Mereka diperkenalkan dengan berbagai platform seperti Instagram, WhatsApp Business, Facebook, hingga Tiktok serta dipandu untuk memahami fungsi-fungsi dasar yang dapat dimanfaatkan untuk promosi, mulai dari membuat akun bisnis, mengoptimalkan profil, hingga memahami cara membangun interaksi dengan konsumen melalui konten yang menarik.

 

“Kami juga memberikan wawasan tentang bagaimana mengelola toko digital secara sederhana, termasuk cara menerima pesanan dan merespons pelanggan secara profesional,” tuturnya.

 

Kedua sosialisasi ini dirancang dengan pendekatan yang interaktif dan komunikatif, disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta yang mayoritas adalah pelaku usaha. Dengan demikian, materi yang disampaikan tidak terkesan menggurui, melainkan menjadi bekal praktis yang dapat langsung diaplikasikan dalam keseharian usaha mereka.

 

 

Pendampingan Lapangan: Praktik Langsung dari Hulu ke Hilir

 

Sosialisasi hanyalah awal. Mahasiswa KKN memahami bahwa perubahan nyata tidak cukup hanya dengan memberikan pemahaman, tetapi juga membutuhkan pendampingan yang intensif. Oleh karena itu, setelah dua sesi sosialisasi rampung, mereka turun langsung ke lapangan untuk mendampingi UMKM binaan secara personal dan berkesinambungan.

 

Tahap pertama pendampingan difokuskan pada penguatan identitas produk atau branding. Mahasiswa KKN berkunjung satu per satu ke lokasi usaha para pelaku UMKM untuk mengenali lebih dekat praktik pemasaran yang telah mereka terapkan selama ini. Setelah memahami kondisi dan kebutuhan masing-masing, pendampingan kemudian disesuaikan secara khusus. Bagi UMKM yang belum memiliki logo, mahasiswa membantu merancang logo sederhana yang mencerminkan karakter produk. Bagi yang sudah memiliki merek tetapi belum optimal, mereka membantu memperbaiki desain stiker, kemasan, dan label produk. Pendampingan ini tidak sekadar “dibuatkan”, tetapi melibatkan pelaku usaha secara aktif dalam prosesnya, mulai dari menentukan nama merek, brainstorming konsep identitas, hingga fiksasi desain akhir sehingga mereka memiliki rasa memiliki dan pemahaman mendalam tentang identitas usahanya sendiri.

Baca Juga  Terduga Keluarga Gejala Cacar Monyet di Labulia Keberatan

 

Tahap kedua pendampingan berlanjut pada aspek digitalisasi pemasaran. Mahasiswa KKN membantu para pelaku UMKM membuat akun media sosial khusus untuk usaha mereka, seperti Instagram dan WhatsApp Business. Mereka tidak hanya membantu pembuatan akun, tetapi juga memberikan arahan teknis secara detail: bagaimana menyusun bio yang informatif dan menarik, memilih foto profil yang representatif, hingga mengunggah produk pertama dengan deskripsi yang tepat. Selain itu, mahasiswa juga mendampingi proses produksi konten promosi—mulai dari mengambil foto produk dengan komposisi yang baik, merancang caption yang persuasif, hingga menjadwalkan waktu unggah yang strategis.

 

Puncak dari pendampingan digital ini adalah pembuatan katalog digital yang dapat digunakan sebagai media promosi dan penjualan online. Mahasiswa KKN membantu menyusun katalog produk yang rapi dan menarik, untuk diunggah di berbagai macam media sosial, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp Business hingga Tiktok. Katalog ini memuat informasi lengkap tentang produk, harga, deskripsi, hingga cara pemesanan sehingga pelanggan memiliki gambaran utuh tentang apa yang ditawarkan oleh UMKM Desa Rensing Bat.

 

Sinergi dan Harapan dari Berbagai Pihak

 

Program ini tidak berdiri sendiri. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci penting dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan.

 

Ditambahkan Muhammad Gilang Kurnia, bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya mencakup pendidikan dan penelitian, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat. Sebagai mahasiswa, kami menyadari bahwa kelak setelah lulus, kami akan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. Maka sudah menjadi tanggung jawab kami untuk hadir, belajar dari masyarakat, dan memberikan kontribusi yang bermanfaat. Kami menemukan potensi besar di Desa Rensing Bat, terutama di sektor UMKM.

 

“Banyak produk makanan rumahan yang memiliki cita rasa khas dan potensi untuk berkembang, tetapi terkendala oleh keterbatasan akses terhadap pengetahuan pemasaran digital. Harapan kami, program yang kami bawa ini mampu mendorong setiap produk UMKM desa agar lebih dikenal oleh masyarakat dengan cakupan yang lebih luas melalui digitalisasi ini. Bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk keberlanjutan usaha mereka ke depan,” jelasnya.

Baca Juga  Pesan Bupati Loteng untuk Tiga Anggota Dewan PAW

 

Sementara, dukungan penuh juga datang dari Penjabat Kepala Desa Rensing Bat Lalu Saidun, S.AP. Dia  menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN dan menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk bersinergi.

“Kami pemerintah desa mendukung penuh seluruh rangkaian program yang dibawakan oleh KKN PMD UNRAM. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dari awal hingga akhir dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat kami. Terlebih lagi, kami berharap adik-adik mahasiswa dapat merasa betah dan menemukan kenyamanan selama berada di Desa Rensing Bat. Karena dengan kenyamanan itulah, kolaborasi dan sinergi yang baik dapat tercipta,” katanya.

 

Transformasi Berkelanjutan Menuju Ekonomi Kreatif

 

Kehadiran program KKN-PMD ini diharapkan menjadi titik awal transformasi ekonomi kreatif di Desa Rensing Bat. Dengan adanya identitas produk yang jelas berupa logo, merek, dan kemasan yang menarik serta kehadiran di ranah digital melalui media sosial dan katalog online, para pelaku UMKM kini memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

 

Para pelaku UMKM pun menyambut program ini dengan antusias. Mereka mengaku mendapatkan pemahaman baru yang sebelumnya tidak pernah mereka dapatkan. Kini, mereka tidak hanya memiliki produk yang enak, tetapi juga memiliki “wajah” usaha yang siap dipromosikan ke seluruh penjuru bahkan melampaui batas desa.

 

Harapan besar tertanam bahwa program ini tidak berhenti sebagai kegiatan musiman, tetapi menjadi fondasi bagi keberlanjutan usaha masyarakat Desa Rensing Bat di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang. Desa Rensing Bat pun berpotensi untuk bertransformasi menjadi desa ekonomi kreatif yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing tinggi sebuah langkah kecil yang diharapkan membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.(red)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.