Warga Rekam Aktivitas Misterius Saat SPBU Tutup, Direktur SPBU Praya: Sudah Sesuai Aturan

oleh -579 Dilihat
FOTO TANGKAP LAYAR / Ini aktivitas petugas SPBU Praya saat sudah menutup pelayanan bagi kendaraan yang direkam warga.

 

 

LOMBOK – Sebuah unggahan video di media sosial yang memperlihatkan petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Praya diduga mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke dalam jerigen saat gerbang tutup pada malam hari sekitar Pukul 23.00 Wita.

 

Video ini diunggah oleh akun Tiktok @Lallu dengan caption “Salah satu SPBU di Kota Praya terciduk isi dirigen dangan gerbang ditutup. “Unggahan ini sudah ditonton sebanyak 32,8 ribu, disukai 713 kali, ditanggapi 83 kali dan diteruskan sebanyak 235 kali.

 

Menanggapi hal ini, Direktur SPBU 54.835.01 Praya, Heru Purnawan menegaskan, pengisian jerigen pada malam hari sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dimana para pembeli sudah memiliki barcode.

Baca Juga  2026, Dewan Rifa’i Dorong Pemkab Bangun Puskesmas Lekor

 

“Jadi untuk video yang beredar tersebut kita sudah pastikan sesuai aturan. Pengisian jerigen pada malam hari bertujuan untuk mengurai antrean panjang dan kami juga mendahulukan kendaraan roda dua maupun empat,” dalihnya di hadapan media, Kamis 6 Agustus 2026.

 

Heru memastikan pembelian dengan menggunakan jerigen sudah memiliki bercode yang didapat dari dinas terkait.

“Iya, jadi kita terima. Kenapa kita taruh di jam segitu? Karena kendaraan sudah berkurang,” katanya.

 

Selain itu, kata Heru, untuk pengisian sepeda motor dibatasi maksimal 50 ribu sedangkan untuk mobil maksimal 200 ribu. Hal tersebut bertujuan untuk mengurai antrean panjang agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca Juga  Dewan Loteng Minta Pemkab Polisikan Penyegel SDN 1 Jangkih Jawa

 

Kemudian terkait jerigen, tegas Heru, diperbolehkan atau tetap dilayani selama menggunakan barcode resmi dari dinas terkait.

 

Heru mengungkapkan alasan SPBU Praya melayani jerigen malam hari dikarenakan panjang antrean kendaraan pada pagi sampai siang hari.

 

“Pada prinsipnya kami sudah mengikuti apa yang menjadi arahan dari pihak Pertamina. Di luar itu kami tidak berani, nggih. Karena kami akan ditegur keras nanti sama Pertamina,” tegas Heru.

Heru menambahkan apabila ada pembeli yang terdeteksi membeli lebih dari satu kali maka akan diblokir langsung oleh Pertamina.

Baca Juga  Imbas Kebijakan Pemerintah, Jumlah Kapal Beroperasi di PPN Awang Berkurang

 

“CCTV kan semakin canggih, jadinya kalau ada pembeli yang berulang kali datang membeli nanti akan diblokir lansung barcodenya oleh Pertamina. Dan kami juga mengingatkan kepada para pewagai jika ada yang bolak balik untuk membeli agar tidak dilayani,” tegasnya.

Dia sekali lagi memastikan bahwa untuk stok BBM masih aman. Pihaknya diberikan jatah sekitar 16 ribu ton. Namun, kadang kadang menyesuaikan kebutuhan.

Heru mengimbau masyarakat tidak panik terkait isu-isu kelangkaan BBM serta mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menimbun BBM.

 

“Kita juga disuruh sosialisasi agar masyarakat tidak resah terkait BBM karena stoknya aman-aman saja,” tutupnya.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.