28 Kasus HIV Terkuak di Lombok Tengah, Mayoritas Suka Sesama Jenis

oleh -644 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID/ Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Putrawangsa

 

 

 

LOMBOK— Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Lombok Tengah masih menjadi perhatian serius. Sepanjang tahun 2026, tercatat ada 28 kasus HIV yang terdeteksi dan kasus tersebut didominasi oleh kelompok laki-laki suka laki-laki (LSL).

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Putrawangsa mengungkapkan bahwa proses deteksi dini HIV di Lombok Tengah menunjukkan perkembangan yang positif. Meskipun pemeriksaan terhadap populasi kunci terbilang cukup ribet. Namun, program skrining tetap berjalan optimal.

Baca Juga  ‎Cinta Berujung Petaka, Seorang Wanita di Pujut Laporkan Kekasihnya

 

“Skrining kita berjalan cukup bagus. Hingga bulan Agustus ini sekitar 22.000 orang sudah diperiksa melalui program deteksi dini, termasuk untuk pemeriksaan triple eliminasi bagi ibu hamil, hepatitis, hingga HIV. Dari jumlah tersebut, ditemukan 28 kasus positif,” ungkapnya kepada Koranlombok.id di ruang kerjanya, Selasa 18 Agustus 2026.

 

Dari total 28 kasus yang ditemukan sepanjang Januari hingga Agustus 2026, kelompok LSL angkanya paling tinggi dibandingkan kelompok populasi lainnya.Kemudian untuk sisanya ada ibu rumah tangga.

Baca Juga  Adi Bagus: 10 DPC Tidak Dukung IJU jadi Ketua Demokrat NTB

 

 

 

“Kalau kita lihat dari angka populasi, kasus HIV tertinggi yang kita temukan sampai hari ini didominasi oleh LSL. Jumlahnya ada sekitar tujuh kasus. Bahkan dari total temuan itu, ada satu kasus yang melibatkan penderita dari kalangan siswa,” bebernya.

 

Baca Juga  Dewan Rifa’I Dukung Pemkab Loteng Angkat Utang 200 Miliar

Selain kelompok LSL, penularan HIV di Lombok Tengah juga tersebar di berbagai latar belakang masyarakat lainnya. Putrawangsa menyebutkan beberapa kasus di antaranya berasal dari kelompok ibu rumah tangga, pria dewasa, hingga pekerja seksual. Penularan ini terjadi melalui hubungan seksual maupun kontak cairan tubuh antara penderita dan orang lain.

Meskipun demikian, Putrawangsa mengungkapkan Dinas Kesehatan terus memfokuskan tindakan pada pemberian terapi pengobatan medis secara intensif.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.