LOMBOK – Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram (Unram) memberikan program pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan pemanfaatan limbah kulit kopi kepada wanita petani kopi di Desa Sapit, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dalam pelatihan ini, masyarakat diajarkan cara mengolah kulit biji kopi menjadi tepung cascara yang kemudian selanjutnya bisa digunakan sebagai bahan baku aneka makanan fungsional seperti jelly dan cookies.
Dosen Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram, Dra. Aida Muspiah M,Si mengatakan bahwa tujuan program ini sebagai bentuk pengembangan agrowisata serta kesejahteraan di Desa Sapit melalui pengolahan limbah kulit kopi menjadi produk pangan fungsional.
“Desa Sapit salah satu penghasil kopi di Kabupaten Lombok Timur dengan luas lahan sekitar 40 hektare – an, meningkatnya produksi kopi tiap tahun juga menyebabkan peningkatan limbah kulit kopi sehingga kami memberikan pelatihan ini untuk memberikan edukasi alternatif olahan dari limbah tersebut. Selain itu kulit kopi masih mengandung nutrisi penting seperti senyawa fenolik (antioksidan) yang tentunya baik bagi kesehatan” katanya.
Dalam program ini ibu – ibu rumah tangga dari kelompok tani kopi yang menjadi sasaran program dilibatkan langsung dalam setiap proses pelatihan dan juga diajarkan bagaimana membuat packaging atau kemasan yang menarik, sehingga produk tersebut bisa dipasarkan lebih luas.
Aida juga mengatakan pihaknya juga mengupayakan agar ibu – ibu rumah tangga yang telah mampu memproduksi sendiri produk tersebut untuk dapat bekerjasama dengan coffeshop ataupun tokoh oleh-oleh setempat untuk memasukkan produk mereka.
“Kegiatan ini dapat menjadi alternatif dalam peningkatan ekonomi petani kopi pada saat jeda menunggu panen kopi, maka ibu-ibu rumah tangga dapat mengolah kulit kopi yang telah dikeringkan menjadi produk bernilai ekonomis,” terangnya.
Selain itu, Ketua Kelompok Tani Kopi Desa Sapit, Ewa Satria Wijaya menuturkan adanya program ini sangat membantu meningkatkan wawasan ibu-ibu rumah tangga tetang kulit kopi yang masih bisa di manfaatkan menjadi produk makanan.
Hal ini merupakan pengetahuan yang baru karena sebelumnya warga memanfaatkan limbah kulit kopi hanya sebagai pakan ternak dan pupuk.
“Kami berharap akan terus ada program seperti ini di masa mendatang” pungkasnya.(nis/adv)





