Penjualan Tiket MotoGP 53 Persen, Pembeli Terjauh dari Monako dan Spanyol

oleh -779 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Direktur Operasi ITDC serta Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika 2026, Troy Reza Warokka

 

 

 

LOMBOK— Persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 sampai saat ini terus dikebut. Hingga saat ini, penjualan tiket diklaim telah berada di atas 53 persen. Khusus tiket dengan kuota bagi masyarakat NTB pemegang KTP NTB, kuota pertama bahkan telah habis terjual.

 

 

Direktur Operasi ITDC (InJourney Tourism Development Corporation) sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika) 2026, Troy Reza Warokka menyampaikan bahwa pihaknya kini mulai membuka kuota berikutnya sekaligus melakukan pengaturan distribusi tiket agar dapat menjangkau penonton dari NTB maupun luar NTB.

“Tiket terus bergerak naik. Terakhir kalau kita pantau sudah mungkin sekitar di atas 53 persen. Karena apa? Yang pasti salah satu indikator positifnya adalah tiket yang untuk masyarakat NTB, yang ber-KTP NTB itu sudah habis yang kuota satu, 100 persen. Artinya kami membuka untuk kuota berikutnya,” ujarnya kepada media, Senin, 28 September 2026.

 

Dia menambahkan, antusiasme terhadap MotoGP Mandalika 2026 juga mulai terlihat dari pembelian tiket yang datang dari luar negeri. Sejumlah pembeli tercatat berasal dari negara seperti Monako dan Spanyol.

 

 

 

“Dan yang menarik, pembelian tiket itu sampai ke luar negeri. Bahkan sampai ada di Monako, misalnya. Itu yang menurut menurut saya, menurut saya cukup menarik sampai ke luar negeri. Dan ada juga Spanyol. Mungkin, bisa jadi ini karena efek adanya beberapa investor dari Spanyol yang melakukan investasi di Mandalika. Artinya, kalau kita tarik ke belakang, semua ada dampaknya. Jadi artinya dari mulai pembangunan, investasi, itu bisa sampai ke tiket. Nah, ini menurut saya adalah situasi yang cukup positif,” lanjutnya.

 

 

 

 

Menurutnya, pembelian tiket dari luar negeri tidak semata-mata dilihat dari jumlahnya. Lebih dari itu, kondisi tersebut dinilai menunjukkan semakin dikenalnya Mandalika di tingkat internasional.

 

 

 

 

“Tidak terlalu banyak. Tapi kan artinya saya bukan melihat persennya, saya melihat bahwa Indonesianya semakin mendunia. Bahwa Mandalika semakin dikenal oleh dunia, itu yang paling penting sih itu kalau buat saya. Bahwa orang makin tahu Mandalika, bukan hanya Bali, bukan hanya yang lain, tapi sekarang ada Mandalika. Trennya cukup bagus. Kan ini artinya kan peningkatan citra yang positif dan reputasi untuk NTB. Nah, tinggal bagaimana PR-nya NTB menjaga ini supaya konsisten. Selepas dari GP, kita harus jaga kualitasnya, servicenya supaya semua orang tetap mau datang ke NTB. Gitu, khususnya Mandalika,” ujarnya.

Baca Juga  ITDC Minta Bantuan Polisi Jelang Penggusuran Pedagang di Tanjung Aan

 

Di sisi lain, geliat MotoGP juga mulai terasa pada sektor akomodasi. Permintaan kamar hotel disebut terus meningkat hingga kawasan Senggigi, Lombok Barat, dan Mataram.

 

 

 

“Kalau saya dapat berita, Senggigi sudah mendapatkan efeknya hampir 100 persen. Kalau Mataram mungkin sudah  beres lah ya, Mandalika juga sudah beres. Nah, artinya kan secara akomodasi ini sudah berdampak yang cukup baik,” katanya.

 

 

Troy mengatakan, pihaknya kini memusatkan perhatian pada penyelesaian seluruh kebutuhan teknis agar tidak ada pekerjaan yang tertinggal saat memasuki hari balapan.

 

 

 

“Nah, jadi secara tiket, secara yang lain-lainnya itu semua trennya positif. Tinggal masalahnya 11 hari ke depan kita memastikan semuanya harus rapi, beres. Dan saya selalu berulang ke teman-teman bahwa kita harus kompak, harus solid karena ini adalah betul-betul event yang mungkin harus ada peningkatan dari 2 tahun sebelumnya,” ujarnya.

 

 

 

Dari sisi logistik, berbagai perangkat pendukung balapan yang dibutuhkan Dorna juga mulai berdatangan ke Mandalika. Sejumlah kebutuhan baru harus disiapkan menyesuaikan spesifikasi teknis yang diterapkan dalam penyelenggaraan MotoGP tahun ini.

 

 

 

“Logistik saya rasa cukup banyak. Semua perangkat dari Dorna, alat, properti, dan semuanya itu sudah mulai masuk cukup banyak ya. Terutama faktor-faktor kesiapan yang race, nah itu kan cukup banyak. Karena untuk race saja setiap tahunnya mereka punya banyak spek-spek baru. Nah, contohnya dampak dari itu kita juga harus menyiapkan sarana yang baru, seperti fire pump, trus seperti storage, itu semua kita punya yang baru. Race elektronik, pusat kelistrikan, itu adalah penyesuaian dengan spek-spek baru dari Dorna,” katanya.

 

 

 

Menurutnya, kesiapan kelistrikan menjadi salah satu bagian penting yang harus dipastikan selama pelaksanaan event.

 

 

Baca Juga  Dinas Pertanian Loteng Target Hasil Produksi Kedelai 1 Ton Per Hektare

 

 

“Dorna setiap tahun selalu ada yang baru, itu yang kita harus menyesuaikan. Makanya kemarin saya bilang sama teman-teman dengan PLN segala macam, kita pastikan jangan sampai kedip. Dan kemarin Pak Kapolda juga menyampaikan kepada PLN langsung, ini adalah yang vital, jangan sampai terjadi apa-apa. Jadi memang Dorna selalu ada yang baru, logistiknya cukup banyak. Jadi sudah charter pesawat dari beberapa merek maskapai, nah itu saya rasa banyak sekali yang masuk ke Mandalika,” katanya.

 

 

 

Selain logistik, kedatangan pembalap dan kru juga mulai dipersiapkan. Para pembalap dijadwalkan mulai masuk ke Lombok pada 5, 6, dan 7 Oktober. Seluruh pembalap kemudian dijadwalkan mengikuti Riders Parade pada 7 Oktober sebagai bagian dari rangkaian menuju balapan utama.

 

 

 

 

 

“Nah, memang akan diawali tanggal 7 Oktober ada Riders Parade yang semua pembalapnya akan hadir, akan ikut. Jadi, ini merupakan sebuah keistimewaan dan yang menarik juga bahwa mereka semua komit ingin memberikan yang terbaik di Mandalika ini. Karena Mandalika itu juaranya selalu berbeda setiap tahunnya, enggak pernah mendapatkan juara yang sama. Nah, itu jadi semua penasaran. Nah, dari situ dampaknya adalah buat kita sebagai penyelenggara itu menjadi tren yang cukup positif. Di luar itu, secara logistik sudah mulai berdatangan. Pembalap akan masuk mulai tanggal 5, 6, 7 dan itu semua akan full nanti di tanggal 7 sebelum Riders Parade,” ujarnya.

 

 

 

 

Ia juga menilai penyelenggaraan MotoGP tahun ini memiliki gaung yang lebih luas, salah satunya karena kehadiran pembalap Indonesia serta dukungan pemerintah pusat dan daerah.

 

 

 

“Dan ini rasanya lebih mendunia dibandingkan sebelumnya. Karena apa? Pertama, ada pembalap Indonesia, ada racer Indonesia. Keduanya, kalau saya lihat kesiapan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah itu luar biasa. Dorongannya mulai dari provinsi, kabupaten, sampai Kota Mataram, semua ingin berkontribusi,” tegasnya.

 

Saat ditanya mengenai kemungkinan kehadiran Presiden dalam gelaran MotoGP Mandalika 2026, Troy memastikan seluruh persiapan tetap dilakukan bersama TNI dan Polri.

“Ya kita tunggu. Yang pasti kami menyiapkan. Kami bersama Polda, Polri, dan TNI menyiapkan. Kami menyiapkan. Kalau masalah hadir atau tidaknya, semua berproses. Tapi kami diminta menyiapkan, kami siapkan. Jadi mulai dari jalur, mulai dari pintu masuk, semua sudah kita siapkan. Kami sudah kurasi juga dengan Dorna, dengan batasan-batasan yang cukup ketat dari Dorna. Polda sudah menyampaikan arahannya, demikian juga TNI. Jadi kita semua siap. Masalah hadir atau tidak, kita menunggu,” ujarnya.

Baca Juga  Warga Lotim Terdampar 56 Tahun Dikabarkan Menghilang

 

 

 

 

Ia menegaskan koordinasi dengan berbagai pihak terus berjalan, termasuk pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

 

 

 

 

“Koordinasi harus dong. Koordinasi harus. Kan dengan siapa pun kita koordinasi. Jadi bukan hanya… dengan semua pihak kita koordinasi, termasuk dengan Gubernur, Wagub, para menteri ya. Karena terutama pemerintah pusat tanggal 30 kami masih bertemu dengan Menteri Bappenas karena akan ada peluncuran buku rekomendasi pembiayaan hosting fee yang diberikan oleh Bappenas. Isinya sendiri saya belum tahu tentang apa, tapi adalah mengenai rekomendasi bahwa hosting fee itu juga harus mendapatkan atensi,” katanya.

 

 

 

 

Menurut Troy, pembahasan mengenai hosting fee merupakan bagian dari proses yang perlu ditangani melalui kolaborasi berbagai pihak.

 

 

 

 

“Bahasanya mungkin bukan kerepotan, tapi itu adalah kewajiban yang memang harus kita lakukan. Masalah pembiayaannya kita berkolaborasi, saya rasa semua harus kolaborasi. Jadi semua ada porsinya, ada porsinya. Buktinya tahun lalu, yang tahun lalu sudah diselesaikan oleh pemerintah melalui Kemenpora. Tahun ini juga insya Allah selesai. Nah tahun depan ini kan kalau mulai tahun depan itu harus langsung bicaranya 4 tahun ke depan. Jadi bukan hanya hit and run satu kali 1 tahun, tapi sudah langsung 4 tahun berikutnya ke depan. Jadi masih ada proses-prosesnya,” bebernya.

 

Dengan seluruh tahapan yang terus dikebut, Troy menyebut kesiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 saat ini berada di angka sekitar 95 persen.

 

“Jadi artinya bahwa insya Allah semua lancar, baik. Kalau saya ditanya berapa persen, 95 persen. Karena sekarang dengan sisa 11 hari, kami dengan tim memastikan semua harus final, harus beres, harus rapi. Gitu,” pungkasnya.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.