55 Orang Diduga Keracunan Nasi Kotak, Empat Masih Rawat Inap

oleh -361 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Salah satu siswa SD di Kuta masih dirawat inap di Puskesmas Kuta, Jumat 9 Oktober 2026.

 

LOMBOK – Sebanyak 55 orang guru beserta siswa SD diduga keracunan di Desa Kuta, Kecamatan Pujut usai menyantap nasi kotak yang dibagikan di acara Rider Goes To School di SDN 2 Kuta pada Kamis, 8 Oktober 2026

Kepala Puskesmas Kuta, Zainal Abidin mengatakan sekitar pukul 16.30 WITA sebanyak 17 orang datang karena merasakan gejala mual, pusing dan diare di antaranya 4 orang siswa SDN 2 Kuta dan 13 orang lainnya merupakan guru dan warga.

 

Untuk mengantisipasi banyaknya pasien yang datang dengan keluhan serupa, pihaknya di Puskesmas standby hingga pukul 12.00 WITA untuk berjaga.

“Ada empat orang yang sekarang masih dirawat tapi menunjukan perkembangan yang baik sehingga tidak ada potensi dirujuk,” terangnya kepada Koranlombok.id saat ditemui di ruang kerjanya Jumat, 9 Oktober 2026.

 

Selain ini pihaknya juga berkomunikasi dengan jaringan klinik yang ada di sekitaran Kawasan Mandalika. kata Zainal, diketahui siswa, guru dan warga lainnya yang juga mengalami gejala serupa sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cahaya Medika (RSCM) 2 orang, Rumah Sakit Mandalika 5 orang, Klinik Batujai 1 orang, Klinik Blue Island 1 orang, Klinik Kuta Kembar 2 orang dan RAPCA 6 orang.

Baca Juga  Warga Keluhkan Bau Sampah dari Lombok Epicentrum Mall

 

“Namun rata – rata sudah pulang setelah diberikan pengobatan, kalau bapak ibu guru yang tekena gejala karena sistem tubuhnya lebih kuat langsung pulang dan tidak ada dirawat,” bebernya.

 

Terkait peristiwa ini, surveillance dari Dinas Kesehatan Lombok Tengah telah mengamankan sample makanan tersebut untuk diuji laboratorium dan mengetahui penyebabkan gejala tersebut.

 

Nasi kotak itu dibagikan pada saat kegiatan sekitar pukul 08.00 WITA, namun sejumlah siswa dan guru ada yang membawa pulang makanan dan mengkonsumsi sekitar pukul 12.00 WITA.

 

Zainal menyampaikan, makanan tersebut disediakan oleh rekanan kerjasama yang ditunjuk oleh ITDC. Tekait insiden ini, pihak ITDC juga menanggung biaya pengobatan seluruh korban yang mengalami gejala tersebut.

Salah satu warga yang mengalami gejala sama, Suniah mengatakan mengalami gejala perut melilit, mual dan pusing setelah menyantap menu sosis, sayur sop, ayam kecap dan tahu serta nasi.

Baca Juga  Bawaslu Kecolongan, Baliho ‘Raksasa’ Pathul-Nursiah Terpasang di Depan RSUD Praya

 

Dia masih berada di ruang rawat inap untuk dilakukan observasi lebih lanjut, selain itu di tangannya juga terpasang selang infus.

Nasi kotak itu diberikan oleh adiknya yang bekerja sebagai guru di SDN 2 Kuta, selain dirinya neneknya juga mengalami gejala yang sama dan dilarikan ke RS Mandalika.

“Terasa kalau gak salah mulai pukul 15.00 WITA kan makin lama makin lama pusing dan muntah terus dibawa kesini,” ceritanya.

 

Salah satu wali siswa SDN 2 Kuta, Megawati mengatakan hanya putra bungsunya yang mengalami gejala setelah menyantap makanan. Putranya mengeluhkan gejala pusing dan mual disertai diare.

 

Hingga saat ini putranya masih dirawat di Puskesmas Kuta dan diobservasi kondisinya sementara waktu dan baru saja melakukan cek laboratorium.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Mamang Bagiansyah membenarkan adanya peristiwa dugaan keracunan.

Katanya, berdasarkan laporan awal Dinas Kesehatan (Dikes) melalui tim surveilans keluhan mulai muncul sekitar pukul 16.30 WITA. Gejala yang dialami para korban meliputi diare, mual, muntah, dan pusing.

Baca Juga  Selain Kereta Gantung Menuju Rinjani, Akan Dibangun Juga Jembatan Kaca

“Sebelumnya nasi kotak dibagikan kepada siswa dan guru dalam kegiatan tersebut pada pukul 08.00 hingga 09.00 WITA. Makanan kemudian dikonsumsi sekitar pukul 12.00 WITA,” kata Mamang via ponsel.

 

Dokter Mamang mengatakan, setelah keluhan muncul para korban mulai mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan sekitar pukul 16.30 hingga 21.00 WITA.

 

Berdasarkan data sementara, sebanyak 21 orang tercatat berasal dari kalangan guru, 17 orang mendapatkan pelayanan di Puskesmas Kuta, dua orang di RSCM, lima orang di RS Mandalika, dan enam orang di RAPCA. Selain itu, satu orang mendapatkan pelayanan di Klinik Batujai. Sementara dua orang lainnya tercatat mendapatkan pelayanan di Klinik Kuta Kembar.

 

“Dari total 55 orang tersebut, tiga orang dilaporkan menjalani rawat inap di Puskesmas Kuta dan kami juga masih melakukan proses verifikasi,” katanya.

Dokter Mamang juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan dan verifikasi jumlah korban, berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan, serta melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab kejadian.(nis/hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.