Nol Anggaran Pemeliharaan Air Mancur Muhajirin, Kadis Perkim Buka Faktanya

oleh -1545 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Kepala Dinas Perkim Lombok Tengah : Muhammad Supriaddin

 

 

 

 

LOMBOK – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Lombok Tengah, Muhammad Supriadin merespons pemberitaan terkait kondisi air mancur di Taman Muhajirin Praya yang menghabiskan anggaran Rp 3 miliar.

Ditegaskan Sopo panggilan akrabnya, untuk anggaran pemeliharaan air mancur tidak ada. Yang ada hanya biaya operator dan penjaga sebesar Rp 900 ribu. Sementara biaya listrik juga tidak ada. Selama ini hanya nyantol di Dinas Perhubungan.

“Biaya pemeliharaan tidak ada cuma adanya biaya untuk operator dan penjaga 900 ribu,” ungkapnya kepada Koranlombok.id, Senin (25/8/2025).

Baca Juga  Warga NTB Akan Rasakan Dingin Sampai Agustus

 

Supriadin mengklaim, air mancur yang dibangun pada periode Bupati dan Wakil Bupati Suhaili – Pathul tetap terurus. Tapi hanya sebatas itu saja. Sebab, anggaran tidak. Yang ada hanya untuk biaya penjaga dan operasional.

 

Supriaddin menyebutkan, terkait dengan masalah pemeliharaan ini pihaknya akan merencanakan untuk dianggarkan melalui APBD 2026. Sedangkan besaran anggaran pihaknya tidak bisa memastikan berapa.

Baca Juga  Ketua KPK jadi Tersangka, Ini Kronologis Kasusnya

 

“Yang jelas sekarang ini kami diberikan operasional untuk penjaga 900, operator 900 dan petugas kebersihan di sana,” ungkapnya.

 

Untuk pengelolaan, Sopo mengatakan selama ini pengelola ada di bawah Dinas Perkim. Ia berharap jangan ada ego sektoral agar langkah kita tidak tersendat. Termasuk bisa dipercaya oleh pemerintah pusat.

“Bagaimana kita bisa dipercaya pemerintah pusat karena satu sisi kita ego sektoral,” sentilnya.

 

 

Kembali ke air mancur, kata Sopo, air mancur sebelumnya sudah pernah dilakukan pembersihan oleh stafnya, Jumat (22/8/2025). Akan tetapi jika melihat dari lumut yang ada. Dirinya mengklaim jika tiga sampai empat hari tidak dibersihkan, dipastikan lumut muncul lagi.

Baca Juga  Di Depan Menteri AHY, Samudi Ceritakan Honor Sebulan 100 Ribu

“Sehingga kami nanti perlu pemeliharaan, bukan hanya sekadar pemeliharaan saja akan tetapi mencari solusi agar bagaimana nantinya lumut itu tidak ada lagi dengan menggunakan cat anti lumut misalnya,” tutur Supriaddin.

“Nanti kita pikirkan seperti itu,” tutupnya.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.