Video Pembongkaran Plang : https://www.youtube.com/shorts/2xR6GZaf2KE
LOMBOK – Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Lombok Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB, Bambang Dwidarto menyampaikan sikap pasca dirusak plang Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang dipasang, Senin 27 Oktober 2025 sore.
Bambang mengaku baru mengetahui jika plang itu telah dirusak oknum warga. Adapun isi tulisan di plang, larangan melakukan kegiatan tanpa izin yang sah dalam kawasan hutan. Sebab, area ini dalam pengawasan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan.
Bambang Dwidarto menegaskan, tujuan pemasangan plang adalah langkah sosialisasi agar tidak ada lagi aktivitas tambang emas ilegal di sana.
“Lokasi tempat pemasangan plang pernah menjadi lokasi aktivitas pertambangan ilegal tahun 2018 silam, sekarang sudah tertangani. Jadi itu salah satu langkah untuk sosialisasi supaya tidak terjadi lagi,” tegasnya kepada koranlombok.id Kamis, 30 Oktober 2025.
Dijekaskannya, plang tersebut bukan bermaksud untuk membatasi kegiatan masyarakat untuk mengakses wilayah hutan sekitar Gunung Prabu.
Atas kejadian ini, pihaknya akan turun kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan bakal berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Prabu. Nanti pihak BKSDA akan menjelaskan terkait imbauan larangan aktivitas tambang ilegal.
“Upaya sosialisasi kan banyak salah satunya berkoordinasi dengan Pemdes setempat dan meminta petugas anjangsana ke masyarakat,” ucapnya.
Sementara ini pihaknya baru bisa hanya melakukan upaya preventif dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, sedangkan saat turun bersama pihak penegakan hukum pihaknya belum menerima instruksi untuk menyisir wilayah sekitar Gunung Prabu yang masih terindikasi ada aktivitas penambangan liar.
Diceritakan Bambang, kondisi Gunung Prabu sampai saat semenjak ditutup berangsur-angsur telah alami kembali seperti sediakala.
Diketahui status Gunung Prabu merupakan kawasan konservasi dan terdapat Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Tampah.
“Vegetasi alami sudah banyak yang tumbuh, dampak dari tambang ilegal itu sudah tidak ada lagi sekarang,” klaimnya.(nis)





