LOMBOK – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akan menggalang dana untuk membantu masyarakat Palestina. Rencana ini langsung dibeberkan Bupati H. Lalu Pathul Bahri kepada awak media, Rabu (8/11/2023).
Pathul Bahri mengatakan akan memberikan dukungan kepada masyarakat Palestina yang sedang dalam gempuran Israel.
“Kita rencana mungkin nanti malam akan ada rapat diskusi dengan OPD dan Forkopimda juga, kita akan coba menggalang dana Lombok Tengah untuk Palestina,” terangnya.
Bupati menuturkan, bantuan dana tersebut nantinya akan disalurkan berupa uang tunai dan bisa diikuti oleh masyarakat umum selain PNS atau ASN di lingkungan Pemkab Lombok Tengah.
“Kita mengimbau kepada keluarga besar masyarakat Lombok Tengah untuk hadir seperti di senam atau ada acara lain yang kita kemas,” serunya.
Pantauan jurnalis Koranlombok.id penggalangan dana untuk masyarakat Palestina tidak hanya dilakukan pada level pemerintah. Masyarakat biasa juga melakukan hal serupa dengan turun ke jalan. Begitu juga mahasiswa dari sejumlah perguruaan tinggi di Kota Mataram.
Akhir-akhir ini, banyak kelompok masyarakat turun ke jalan sebagai bentuk kepedulian mereka kepada rakyat Palestina. Mulai di setiap simpang lampu merah dan keliling sampai ke perkampungan.
Badan Amil Zakat (Baznas) kabupaten kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) juga melakukan hal serupa lebih awal. Mereka terus bergerak secara khusus untuk membantu rakyat Palestina yang sedang diserang Israel.
Disamping itu, hari ini tepat satu bulan serangan Israel ke Jalur Gaza terjadi. Rentetan serangan Israel menyebabkan ribuan orang jadi korban, dan terus berlanjut hingga ke wilayah Tepi Barat (West Bank), bahkan melebar ke negara-negara sekitar.
Ini update lain terkait perang yang berkecamuk di Timur Tengah tersebut, seperti dikutip dari berbagai sumber Selasa (7/11/2023).
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut hanya dalam waktu kurang dari sebulan, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 10.000 orang di Gaza dan melukai lebih dari 25.000 lainnya.
Data menyebut mengatakan setidaknya 10.022 warga Gaza telah terbunuh, termasuk 4.104 anak-anak dan 2.641 wanita.
Sebanyak 164 warga Palestina telah terbunuh di Tepi Barat yang diduduki sejak 7 Oktober, termasuk empat tahanan yang meninggal dalam tahanan Israel. Lebih dari 2.200 orang telah ditahan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 orang yang bekerja di badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA) termasuk di antara korban tewas. UNRWA mengatakan lima rekannya telah terbunuh dalam 24 jam terakhir saja.
Di sisi lain, menurut angka resmi, jumlah korban tewas di Israel hampir 1.600 orang. Israel mengatakan 31 tentara telah tewas sejak mereka mulai memperluas operasi darat di Gaza pada 27 Oktober.
Sementara dua lagi jurnalis Palestina menjadi korban serangan intensif pasukan Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza pada Selasa, sehingga jumlah total jurnalis yang terbunuh sejak 7 Oktober menjadi 49 orang.
Di saat bersamaan dilaporkan, sejumlah negara juga mulai menarik diplomat mereka.
Ketika Israel meningkatkan serangannya di Jalur Gaza, beberapa negara telah menarik kembali diplomat mereka sebagai tanggapan atas meningkatnya jumlah korban warga Palestina dan memburuknya kondisi kemanusiaan di wilayah kantong yang terkepung tersebut.(nis/dik)





