Hasil Debat Capres, Jauh dari Urat Nadi Penderitaan Rakyat

oleh -1980 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Debat ketiga Capres 2024 yang berlangsung, Minggu malam (7/1/2024).

LOMBOK – Hasil debat ketiga Calon Presiden RI tahun 2024 dinilai jauh dari aspirasi masyarakat. Bahkan sebaliknya para calon presiden dinilai menunjukkan sikap sentimental atas berbagai persoalan yang dilontarkan mereka.

Salah satu yang menyoroti hasil debat, Ketua Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) NTB, Rohman Fofiki. Dia menyebutkan, sikap politisi pada debat tersebut menunjukkan kualitas politik Indonesia yang tidak berkualitas, mereka hanya mementingkan kuantitas.

Baca Juga  Ahead of WSBK, Hotel Prices Doubled

“Pembahasan setiap debat, saya pribadi melihat terkesan jauh dari urat nadi penderitaan rakyat,” ungkapnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Senin (8/1/2024).

Rohman menyatakan, jika sikap sentimen tersebut terlihat dari masing- masing Capres, dimana Capres nomor urut 1 bersikap memancing, sedangkan Capres nomor urut 2 termakan umpan, kemudian Capres nomor urut 3 seolah- olah sebagai wasit.

“Makanya tema pertahanan pada debat ini seperti kekuatan dan kelemahan bagi para calon,” sebutnya

Baca Juga  Anggaran Event Bau Nyale Malu Dibuka, Gara-gara Sedikit

Dijelaskannya, ada beberapa bagian pada debat tersebut yang menjadi perhatian dan terlihat konyol.

“Mau buka-bukaan, paham pertahanan, kagak, niatnya emang mau jatuhin orang sih. Tau apa orang sipil soal rahasia Pertahanan Negara,” sentilnya sembari menirukan dialog pada debat.

Dalam kesempatan itu, pihaknya menerangkan jika LMND secara nasional saat ini belum menentukan sikap terhadap Capres dan Cawapres, sebab menurutnya sejauh ini masih belum ada Capres maupun Cawapres yang membahas secara terperinci terkait pendidikan yang saat ini menjadi konsentrasi LMND. Maka dari itu, pihaknya memperjuangkan kesetaraan akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia melalui manifesto pendidikan nasional yang emansipatoris.

Baca Juga  Kasus Jual Beras Bansos Desa Barabali-Pandan Indah Naik Penyidikan, Polres Segera Surati BPKP NTB

“LMND lagi memperjuangkan pendidikan wajib 16 tahun, jika pemerintah mempunyai program wajib pendidikan 12 tahun, artinya pemerintah bisa merealokasi anggaran untuk menggartiskan mahasiswa dari semester 1 sampai dengan semester 4,” katanya tegas.(fen)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.