LOMBOK – Jelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2024, Dinas Pertanian (Distan) Lombok Tengah tetap mewaspadai terjangkit ternak dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Apalagi mendekati lebaran kebutuhan daging meningkat. Maka dari itu, dinas telah menyelesaikan tahap vaksinasi untuk mencegah munculnya gejala-gejala penyakit tersebut.
Sementara itu untuk stok daging sampai hari raya lebaran Distan menjamin ketersediaanya. Hal ini didasari populasi ternak cukup tinggi di Lombok Tengah dan setiap tahun sebagai daerah pengirim ternak ke daerah luar.
“Kita termasuk daerah yang diberikan jatah lokasi oleh Pemprov ke luar, tergantung permintaan bisa ke Jawa atau ke daerah lain,” terang Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Kamrin, Rabu (27/3/2024).
Kamrin menyampaikan, populasi ternak di Lombok Tengah semakin tahun meningkat. Saat ini masih diangka 180 ribu ekor lebih.
Namun diakui gejala-gejala PMK sempat ditemukan oleh pihaknya dari hewan luar Lombok Tengah, namun belum ada dampak kematian hewan ternak.
“Sebenarnya sudah ada aturan karantina hewan yang ketat, tapi kadang ada saja terlihat sehat ternyata begitu sampai kelihatan gejalanya, mungkin karena perbedaan lokasi dan cuaca,” ujarnya.
Ia mengatakan pihaknya berusaha memperketat arus lalu lintas ternak baik dari Lombok Tengah ke luar ataupun daerah lain masuk.
Selain itu dirinya juga menyakinkan masyarakat bahwa setiap hewan yang telah dalam proses pemotongan aman untuk dikonsumsi bagi masyarakat.
“Setiap hewan ternak yang akan dipotong sudah dalam pemeriksaan yang ketat, jadi aman,” yakinnya.(nis)





