Air Mancur Habiskan Anggaran 3 Miliar, Pemanfaatannya Seperti Apa?

oleh -7703 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Begini kondisi terbaru air mancur di tengah Lapangan Muhajirin Praya.

LOMBOK – Banyak masyarakat tidak mengetahui berapa anggaran dihabiskan untuk membangun proyek air mancur di tengah Lapangan Muhajirin Praya, Lombok Tengah. Proyek pembangunan yang menghabiskan uang APBD Rp. 3 miliar ini, pemanfaatannya tak sesuai diharapkan.

Proyek yang dikerjakan tahun 2019 itu hanya beroperasi beberapa kali dalam sebulan. Niat awal pemerintah saat itu, pada malam hari air mancur yang bisa menari-nari ini menjadi salah satu tontotan masyarakat. Faktanya semua itu tidak berjalan mulus.

Anggaran dihabiskan dalam proyek ini, banyak masyarakat terkejut ketika diberitahu nilai anggaran. “Kalau saya memperkirakan menghabiskan kurang lebih 1,5 miliar. Kalau 3 miliar besar sekali dan tidak sebanding dengan yang kita saksikan,” ungkap Saihu warga Kota Praya saat berkunjung ke Alun-Alun Tastura.

Baca Juga  Hasil Survei, Lutfi-Wahid di Atas Angin untuk Pilkada Lombok Timur

Dalam kesempatan itu, warga satu ini berharap agar air mancur itu setiap malam dihidupkan. Karena menurut dia, sangat disayangkan kalau tidak dioperasikan.

“Terus mau diapakan kalau dibiarkan seperti itu,” tanya dia.

Awalnya kata Saihu, dirinya berharap ini bisa menjadi icon baru di kota. Namun miris pada malam hari malah gelap gulita, banyak pengunjung membung sampah ke air mancur.

“Kalau beroperasi yakin warga tidak buang puntung rokok ke situ,” katanya.

Baca Juga  ASN Lombok Tengah Besok WFH, Bagaimana dengan Gaji dan Tunjangan?

 

Senada dikatakan Ivan warga Kampung Kauman, Praya. Dia sangat berharap di Kota Praya ada wajah baru dan bisa menjadi magnet bagi masyarakat. Lebih-lebih Alun-alun Tastura atau Muhajirin sejak lama diketahui masyarakat luas.

“Tapi kalau malam hari gelap sekali, untung-untung ada PKL berjualan itu sudah jadi lampu penerang,” katanya dengan nada nyeleneh.

Menurut dia, saat-saat ini dirinya melihat tidak ada yang berubah di Kota Praya. Hanya diakuinya ada kantor bupati yang terbangun megah. Sementara di jantung kota tidak terlihat wajah sesungguhnya seperti apa kota.

Baca Juga  Buka Pojok Baca, Ajarkan Anak-anak Bahasa Inggris dan Prancis

“Iya sama saja, ayo coba mau bandingkan sama mana? Kopang ramai karena memang di sana jalur provinsi, jam 10 malam Praya makin gelap,” ungkap dia.

Dalam kesempatan ini, ia berharap pemerintah kabupaten lebih peka dalam melihat potensi dalam kota. Jangan jadikan KEK Mandalika sebagai patokan Lombok Tengah maju, namun jantung kota sangat penting dan perlu dipercantik.

“Mungkin pejabat Lombok Tengah jarang keluar malam, kebanyakan jalan malam ke Kota Mataram,” sentilnya.

Diketahui air mancur ini terdapat 30 pompa air dengan sejumlah lampu yang disebut-sebut bisa ‘menari-nari’.(dik)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.