LOMBOK – Komisi IV DPRD Lombok Tengah merespons usulan pembangunan Puskesmas baru di wilayah Kecamatan Pujut. Juru bicara DPRD Lombok Tengah, Ahmad Rifai menyampaikan, Komisi IV menekankan kepada Dinas Kesehatan untuk memperhatikan akses kesehatan di desa-desa lain di Lombok Tengah.
“Tidak hanya berpatokan dengan akses ke Mandalika,” katanya dalam rapat paripurna yang digelar pada Selasa, (30/4/2024).
Diketahui belum lama ini masyarakat berunjuk rasa untuk menuntut janji Pemkab Lombok Tengah membangun Puskesmas rawat inap di sejumlah desa yang berada dalam wilayah Kecamatan Pujut bagian barat, yakni di Desa Ketare, Pengembur, Krama Jati, Tumpak, dan Prabu.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Suardi mengatakan pihaknya masih akan memeriksa lahan untuk pembangunan puskesmas baru, baik dari segi strategis lokasi ataupun legalitas surat-surat lahan paling tidak selama 30 hari.
Katanya, syarat mendirikan puskesmas baru masyarakat yang dapat dijangkau harus sekitar 35 ribu jiwa, namun hal tersebut perlu dikaji lebih lanjut oleh pihaknya.
“Paling tidak sudah disetujui jadi perlu juga kajian teknis, lahannya masih dicek dan harus dicari lahan yang mewakili masyarakat sekitar kan,” ujarnya.
Terkait perkiraan anggaran untuk pembangunan puskesmas baru kata Suardi, paling tidak membutuhkan sekitar Rp. 7,5 milliar untuk fisik bangunan.
Sementara itu jika dihitung dengan alat kesehatan, ambulance, Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL), penataan halaman sampai dengan tembok keliling bisa menghabiskan anggaran sekitar belasan milliar.
“Pembiayaannya prototype dengan harga yang sekarang sekitar segitu, sama dengan di Puskesmas Mangkung ataupun Kopang,” bebernya.(nis)





