Pemerintah Harus Beli Beras Petani

oleh -2316 Dilihat
FOTO JUNITA JURNALIS KORANLOMBOK.ID Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat / H. Lalu Winengan

LOMBOK – Harga beras bahkan gabah akhir-akhir ini melambung tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Begitu juga di Kabupaten Lombok Barat. Untuk menyikapi ini semua, Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat, H. Lalu Winengan menegaskan jika pemerintah harus beli beras dan gabah milik petani.

“Ini harus supaya petani tidak jual beras ke luar,” tegasnya kepada media, Selasa (24/10/2023).

Ditegaskan Winengan, yang paling penting saat ini adalah diberikan subsidi pangan kepada masyarakat. Bukan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Jadi jangan lagi diberikan BLT, berikan BLT tapi berupa subsidi beras atau pangan,” sentilnya.

Baca Juga  Gercep, Dewan Murdani Salurkan Bantuan untuk Masyarakat dan Masjid  

Winengan menjelaskan, dengan harga jual beras di pasar hari ini Rp 15 ribu per kilogram. Jika pemerintah membeli beras bahkan gabah milik petani, baru kemudian pemerintah menjual beras kepada masyarakat dengan harga Rp 8 ribu.

“Saya rasa ini cara atasi inflasi, ini jangan dipaksa petani jual murah sementara harga produksi tinggi. Saya tidak setuju ini,” katanya tegas.

Sebelum kondisi seperti saat ini terjadi, Winengan mengklaim dirinya selalu minta subsidi pangan. Maka dari itu, pemerintah harus membeli padi petani saat panen raya.

“Setelah itu baru jual murah ke rakyat,” tuturnya.

Baca Juga  Bebankan Orangtua, Dikbud Lotim Larang Ada Kegiatan Wisuda Kelulusan

Ditambahkan dia, saat ini harga jual gabah 5 sampai 7 ribu. Namun menurutnya jangan khawatir karena di Negara luar justru harga jual beras jauh lebih tinggi.

“Ini baru harga beras 15 sampai 15 ribu sudah ribut, khawatir. Kalau di Malaysia per kilogram Rp 54 ribu, Viatnam Rp 24 ribu,” bebernya.

Untuk itu menurut Winengan, Negara harus mengambil alih dan pernah melakukan impor beras. Menurut data terbaru, Provinsi NTB tidak pernah melakukan impor beras. Sehingga beras yang dikonsumsi masyarakat saat ini hasil produksi petani di NTB.

Baca Juga  Pro Kontra Pedagang Pasar Renteng di Balik Penataan

 

Disamping itu, harga jual beras di pasar Lombok Tengah meroket. Salah satunya di Pasar Tradisional Renteng, Praya.

Informasinya, pedagang hanya mengambil untung sedikit, untuk beras berkualitas medium misalnya mengalami kenaikan Rp 2.000 per kilogram.

Salah satu pedagang beras di Pasar Renteng, Junaidi mengatakan harga beras kualitas medium naik dari Rp 11.000 menjadi Rp 13.000 per kilogram, sedangkan harga dari pemasok Rp 12.600.

“Saya cuma dapat Rp 400 per kilogram,” katanya kepada jurnalis Koranlombok.id, Rabu (6/9/2023).(jnm/nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.