LOMBOK – Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri dengan tegas melarang ada bendera dan atribut partai politik di acara Aksi Bela Palestina yang bakal diikuti puluhan ribu orang di Alun-alun Tastura, Minggu (19/11/2023).Ditegaskan bupati, dalam Aksi Bela Palestina ini diundang seluruh pimpinan partai politik di Lombok Tengah bahkan masyarakat umum.
“Ini murni kemanusiaan,” tegasnya kepada awak media di lobby Kantor Bupati Lombok Tengah, Jumat (17/11/2023).
Politikus Partai Gerindra ini mengungkapan, dalam acara Aksi Bela Palestina tersebut sebagai bentuk keperdulian sosial masyarakat Kabupaten Lombok Tengah terhadap masyarakat Palestina. Sedangkan aksi ini bakal diisi dengan kegiatan doa bersama dan pengumpulan donasi di lokasi.
Ditambahkan Pathul, pihaknya memperkirakan acara ini akan diikuti oleh ribuan orang yang terdiri dari kalangan ASN sekitar 12 ribu orang, unsur aparatur desa sekitar 800 orang, Badan Keamanan Desa (BKD) dan kelurahan sekitar 3.000 orang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sekitar 2.000 orang dan kader posyandu sekitar 9.000 orang dan pihak lainnya.
“Nanti ada acara penyampaian deklarasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang teknis telah kita atur dibelakangnya berdiri rekan-rekan dari agama lain. Itu murni bukan hanya berbicara tentang agama tapi kemanusiaan,” katanya lagi.
Di lokasi yang sama, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Iwan Hidayat mengatakan pihaknya akan menurunkan 500 personel lebih untuk penjagaan keamanan dan ketertiban dan akan melakukan rekayasa arus lalu lintas.
“Tidak ada tendesi politik di hari minggu, murni kemanusiaan dan dihadiri oleh Forum Umat Kerukunan Beragama seperti ulama dan pendeta untuk melakukan doa bersama,” kata kapolres.
Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang kontra produktif seperti pembakaran bendera Israel, karena dapat mempengaruhi kondusifitas aksi yang digelar.
Selain itu ia mengajak kepada masyarakat yang hendak mengikuti acara tersebut untuk berdonasi seikhlasnya, dirinya juga berharap dengan adanya kegiatan ini Lombok Tengah diberkahi dan dapat aman dan kondusif hingga akhir Pemilu 2024.
“Karena melibatkan banyak massa kami sampaikan dan telah kami diskusikan dengan bupati, kita sama-sama menjaga kondusifitas,” tegasnya.(nis)





