Waspada Pohon Tumbang dan Abrasi di Kota Mataram

oleh -1852 Dilihat
FOTO SARAH JURNALIS KORANLOMBOK.ID Wali Kota Mataram / H. Mohan Roliskana

LOMBOK – Pemerintah Kota Mataram mengimbau kepada masyarakat untuk waspada pohon tumbang dan abrasi. Imbauan ini disampaikan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana di hadapan awak media, Kamis (23/11/2023).

Sementara itu sampai sekarang, Pemerintah Kota Mataram belum menetapkan status siaga bencana alam. Wali Kota Mataram berharap agar tidak ada bencana alam yang terjadi.

“Kita belum, mudahan kondisinya baik,” ucapnya.

Kendati belum menetapkan status siaga bencana alam, pemerintah tetap melakukan antisipasi. Apalagi sangat perlu diwaspadai datangnya perubahan cuaca.

“Meskipun suasana tidak hujan tapi tetap waspada,” katanya.

Menurut Wali Kota Mataram, yang paling perlu diwaspadai pohon tumbang dan abrasi. Dimana ini dilihat Mohan sangat rawan terjadi di wilayah yang dia pimpin.

Baca Juga  Pengurus PC IPNU Lombok Tengah Dilantik

“Pohon tumbang sudah ada sekenario. Maka kita imbau masyarakat dan kami pemerintah harus segera melakukan penanganan agar bagaimana mobilitas masyarakat bisa tetap jalan,” tegas pria sekaligus Ketua DPD I Golkar NTB ini.

Khusus untuk antisipasi pengikisan atau pengurangan daratan pantai di wilayah Ampenan. Wali Kota Mataram mengaku belum dapat backup anggaran dari pemerintah pusat. Namun ia berharap agar yang dilakukan pemerintah kota dapat dilihat efektif.

“Kami pernah ajukan usulan penanganan ke pusat Cuma belum dapat,” ungkapnya.

Baca Juga  93 Jemaah Umrah Ditelantarkan, Tuan Guru Bodak Serahkan ke Polisi

Selama ini, Mohan mengakui upaya agar tidak terjadi pengikisan di sekitar Pantai Ampenan pihaknya sudah melakukan intervensi dengan pembangunan tanggul.

“Yang jelas kami sudah usulkan Cuma mungkin dianggap belum prioritas, ya makanya kami yang menindaklanjuti dulu. Harapan kedepan pemerintah pusat bisa memperhatikan ini,” harapnya.

 

“Ini saya lihat cukup efektif dan ini gagasan saya,” klaim Mohan.

Ia berharap, dari upaya pembangunan tanggul untuk mengantisipasi terjadinya abrasi di sekitar pantai Ampenan. Minimal sedikit bisa menahan gelombang, apalagi angina barat.

“Tidak semua yang 9 kilo meter ini kita pasangkan, hanya yang rawan penduduk saja,” jelasnya.

Baca Juga  TPU di Tembeng Putik Terancam Longsor Dampak Galian C

Diketahui selama ini, pesisir Pantai Kota Mataram selalu menjadi langganan abrasi setiap musim angin barat.  Abrasi yang paling parah terjadi pada Jumat, 23 Desember 2022 yang menyebabkan sejumlah rumah warga yang berdiri di pesisir pantai ambruk.

Sementara potensi bencana itu diakui membutuhkan penanganan jangka panjang seperti pemecah gelombang (breakwater), selain dari adanya bronjong yang berdiri di sempadan pantai. Namun tingginya biaya pembuatan pemecah gelombang menjadi kendala bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram selama ini.(srf)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.