IPM Lotim Urutan Tujuh, Begini Respons Penjabat Bupati

oleh -5556 Dilihat
FOTO FENDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Seorang ibu sedang melihat perabotan rumah tangga di lapak dadakan di Pancor, Lombok Timur, Rabu (6/12/2023).

LOMBOK – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Lombok Timur berada pada urutan tujuh di NTB.

Penjabat Bupati Lombok Timur, H.M. Juaini Taofik buka suara. Dia menegaskan, bahwa pertumbuhan IPM tersebut tidak semudah yang dibayangkan, namun membutuhkan terobosan dan waktu sehingga bisa terus mengalami peningkatan.

Ia menyinggung ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi untuk menaikkan level IPM Lombok Timur yakni, perkembangan pengeluaran per kapita, Umur Harapan Hidup (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata- Rata Lama Sekolah (RLS) dan pengeluaran riil perkapita.

Baca Juga  Dua Kepala Sekolah di Lombok Tengah Menolak Dimutasi

Dijelaskannya, pengeluaran rill perkapita Kabupaten Lombok Timur berada pada angka Rp. 10,152,000. Jumlah ini naik dibadingkan tahun 2022 yang hanya pada angka Rp. 9,631,000. Sehingga kenaikan pengeluaran per kapita mencapai Rp. 521,000.

“Loteng sedikit lebih tinggi lantaran menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pertumbuhan IPM Lotim terutama pada indikator pengeluran per kapita akan di genjot hingga di atas rata- rata,” katanya tegas.

Menurutnya, jika intervensi program yang digalakan pada bidang kesehatan yakni, program Universal Health Converage (UHC) dan upaya penurunan angka stunting di Lombok Timur mampu mengangkat derajat hidup masyarakat. Maka dari itu, dia meyakini akan mampu mendorong laju peningkatan IPM Lombok Timur tahun mendatang.

Baca Juga  Iuran 17 T Disorot, LSM-Ormas di NTB Menolak Keputusan Prabowo

“Kita yakin angka ini akan meningkat pada tahun 2024,” yakinnya.

 

Sementara itu, adapun upaya pemerintah kabupaten dalam mengalakkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat mampu menjadi pemacu pertumbuhan IPM di kabupaten Lombok Timur.

Sesuai data yang dikeluarkan BPS NTB, IPM Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2023 berada diangka 70,65, sedangkan pada tahun sebelumnya berada diangka 69,83. Angka tersebut menempatkan Kabupaten Lombok Timur berada di atas Kabupatenn Lombok Tengah dengan angka 70,41, kemudian Kota Bima 70,33 dan Kabupaten Lombok Utara dengan IPM terendah angka 68,02.

Baca Juga  Hindari Kesalahpahaman, Camat Kumpulkan Semua Petugas Pasar Hewan Batunyala

Dari segi laju pertumbuhan indikator penyusun IPM, Kabupaten Lombok Timur berada pada urutan empat dengan persentase yakni sebesar 1,17 persen, angka ini mengingkat dari tahun 2022 yang hanya berada di persentase 1,02 persen.(fen)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.