LOMBOK – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Lombok Timur berada pada urutan tujuh di NTB.
Penjabat Bupati Lombok Timur, H.M. Juaini Taofik buka suara. Dia menegaskan, bahwa pertumbuhan IPM tersebut tidak semudah yang dibayangkan, namun membutuhkan terobosan dan waktu sehingga bisa terus mengalami peningkatan.
Ia menyinggung ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi untuk menaikkan level IPM Lombok Timur yakni, perkembangan pengeluaran per kapita, Umur Harapan Hidup (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata- Rata Lama Sekolah (RLS) dan pengeluaran riil perkapita.
Dijelaskannya, pengeluaran rill perkapita Kabupaten Lombok Timur berada pada angka Rp. 10,152,000. Jumlah ini naik dibadingkan tahun 2022 yang hanya pada angka Rp. 9,631,000. Sehingga kenaikan pengeluaran per kapita mencapai Rp. 521,000.
“Loteng sedikit lebih tinggi lantaran menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pertumbuhan IPM Lotim terutama pada indikator pengeluran per kapita akan di genjot hingga di atas rata- rata,” katanya tegas.
Menurutnya, jika intervensi program yang digalakan pada bidang kesehatan yakni, program Universal Health Converage (UHC) dan upaya penurunan angka stunting di Lombok Timur mampu mengangkat derajat hidup masyarakat. Maka dari itu, dia meyakini akan mampu mendorong laju peningkatan IPM Lombok Timur tahun mendatang.
“Kita yakin angka ini akan meningkat pada tahun 2024,” yakinnya.
Sementara itu, adapun upaya pemerintah kabupaten dalam mengalakkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat mampu menjadi pemacu pertumbuhan IPM di kabupaten Lombok Timur.
Sesuai data yang dikeluarkan BPS NTB, IPM Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2023 berada diangka 70,65, sedangkan pada tahun sebelumnya berada diangka 69,83. Angka tersebut menempatkan Kabupaten Lombok Timur berada di atas Kabupatenn Lombok Tengah dengan angka 70,41, kemudian Kota Bima 70,33 dan Kabupaten Lombok Utara dengan IPM terendah angka 68,02.
Dari segi laju pertumbuhan indikator penyusun IPM, Kabupaten Lombok Timur berada pada urutan empat dengan persentase yakni sebesar 1,17 persen, angka ini mengingkat dari tahun 2022 yang hanya berada di persentase 1,02 persen.(fen)





