SUMBAWA – Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, Rachmat Hidayat sesalkan Pelindo Labuhan Badas yang tidak memberikan izin pemasangan terop tempat berteduh pasien pengobatan gratis RS Apung Laksamana Malahayati di tanah lapangnya di kawasan Labuhan Badas.
Rachmat mengaku heran dengan kebijakan Pelindo Labuhan Badas yang melarang bakti sosial kemanusiaan pengobatan gratis.
“Dari semua Pelabuhan di NTB yang disinggahi RS Apung Laksamana Malahayati, hanya di Labuhan badas ini tidak diberi izin. Ada apa ini. Padahal ijin sudah lengkap semua,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Rachmat menggarisbawahi bahwa pemasangan terop di kawasan Lapangan Terbuka Pelindo Labuhan Badas bukan Kampanye tapi bakti sosial untuk kemanusiaan. Kenapa tidak diberi izin seperti di Pelabuhan Lembar, Bangsal KLU, Labuhan Lombok, Lotim dan Poto Tano KSB.
Pihaknya sudah memberitahu kepada Kadishub NTB , Faozal terhadap permasalahan ini. Pihak Dishub NTB memberi izin menggelar pengobatan gratis di kawasan pelabuhan badas.
“Bahkan Kepala Dinas Perhubungan NTB meminta panitia pengobatan gratis menemui pihak Pelindo Badas. Tapi mereka tetap kekeh dengan putusan semua yakni akan minta izin ke atasan dulu,” beber Rachmat menirukan laporan dari Ketua DPC PDIP Sumbawa Besar, Abdul Rafiq.
Selanjutnya Rachmat mengatakan pengobatan dan pelayanan kesehatan RS Apung PDIP Laksamana Malahayati di Sumbawa Besar akan berlangsung lima tanpa dipungut beaya sesenpun.
Sementara itu Kapal Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan tiba dan nyandar di Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, NTB, sejak Kamis 14 Desember 2023 dari Poto Tano KSB.
Hari ini, Jumat 15 Desember 2023 kru awak medis memberikan pelayanan kesehatan gratis selama 5 hari, dari tanggal 15 hingga 19 Desember 2023 bertempat di Kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Lintas Nijang, Unter Iwes, Sumbawa.
“PDI Perjuangan konsisten memberi pelayanan berobat gratis kepada masyarakat. Kehadiran Kapal RS Apung Laksamana Malahayati di Sumbawa ini, adalah rangkaian dari aksi kemanusiaan PDI Perjuangan se NTB,” kata Abdul Rafiq.
Menurutnya, spirit perjuangan Malahayati yang dinamakan pada rumah sakit terapung ini menjadi inspirasi untuk terus mengobarkan semangat membela dan melayani orang lain.
Terpisah, Kepala RS Apung Laksamana Malahayati, dr. Januar Sahat Siahaan menyampaikan, pengobatan gratis yang dilaksanakan dapat diikuti oleh berbagai kalangan usia. Baik usia anak-anak, muda hingga lansia.
“Pengobatan gratis ini, ada tablet, salap, bedak, sirup dan ada juga pengecekan, asam urat, kolestrol, gula dan tensi,” ungkapnya.
Januar mengajak masyarakat Sumbawa untuk datang melakukan pemeriksaan kesehatannya. “Pengobatan yang kami lakukan ini gratis, silahkan datang dan kami tunggu untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.(dik)





