Mentan: Food Estate Bukan Proyek Gagal

oleh -1661 Dilihat
FOTO KOMINFO LOTENG Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Lombok Tengah, NTB, Kamis (25/1/2024).

LOMBOK – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program food estate bukan proyek gagal. Apalagi pernah disentil Cawapres Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar dalam debat Calon Wakil Presiden, pekan kemarin.

“Katanya panen di pot, tolong dong jangan kita membuat masyarakat bingung. Berkompetisi boleh tapi tolong sampaikan kebenaran ke masyarakat,” tegas Mentan di hadapan media saat berkunjung di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Kamis (25/1/2024).

Dirinya mengatakan bahwa nyatanya saat ini hasil panen dari program food estate berhasil dimana di Hasundutan, Sumatera Utara telah menghasilkan tanaman holtikultura.

Baca Juga  Loteng Ajukan Enam Venue PON 2028

 

Selain itu di Tulungagung dan Wonosobo melalui program ini menghasilkan bawang merah dan bawang putih, sementara itu di Kalimantan menghasilkan jagung sampai kurang lebih 10 hektare dan dapat dikonsumsi langsung bahkan dikomersilkan.

 

“Kalau 10 hektare jagung sudah berhasil itu bukan lagi skala percobaan, tapi sudah tingkat bisa dikomersilkan. Nah berarti 600 hektare ini bisa ditanami, ubinya sementara bisa tumbuh sekarang,” tegasnya.

 

Andi Amran menyebutkan, jangan jadikan sektor pertanian sebagai bahan perdebatan, kendati hal tersebut merupakan sektor yang strategis namun jangan sampai membuat masyarakat bingung.

Baca Juga  Zamroni Pertaruhkan Jabatan Jamin Bupati Pathul Berangkat Haji Bersama Istrinya

Harusnya, program pertanian harus dikerjakan karena kondisi el-nino saat ini membuat kondisi produksi pangan mengkhawatirkan. Sementara itu menurutnya isu yang berseliweran terkait program food estate salah dan berbeda dengan fakta sebenarnya.

 

“Pangan ini tidak sedang baik-baik saja, itu ada el-nino dan saat ini tertinggi sepanjang sejarah. Pangan ini vital harus dijaga jangan diperdebatkan,” katanya.

 

Amran juga meluruskan jika tanaman dalam program food estate tersebut ditanam dalam polybag, dirinya menjelaskan bahwa tanaman yang berada dalam polybag itu adalah uji coba untuk mengetahui kecocokan varietas tanaman dengan lingkungan dan iklim.

Baca Juga  Rekam Jejak Abul Chair Sekda NTB

“Setelah berhasil kita melihat mana yang cocok, yang cocok adalah varietas lamuru kemudian kita pindahkan 10 hektare. Jagungnya besar-besar kan dan artinya bisa,” ujarnya.

 

Ia menyentil sejumlah pihak yang memberikan pernyataan program food estate adalah program gagal, dirinya menyebut kemungkinan yang hanya dilihat sejumlah tanaman yang diuji coba dalam polybag tersebut tanpa melihat hasil panen lainnya.

“Pak aku ini sudah puluhan tahun bergelut di sektor pertanian, tolong yang tidak paham pertanian jangan bicara, yang herannya sekarang bukan ahlinya yang bicara,” katanya sembari meninggalkan media.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.