LOMBOK – Rencana investor asal Dubai berinvestasi di Lombok Tengah dengan membangun mall di eks kantor bupati setempat direspons baik para wakil rakyat di DPRD. Begitu juga membangun hotel berbintang.
Anggota DPRD Lombok Tengah dari Fraksi Partai Kesejahteraan Sejahtera (PKS), Ahmad Rifai mengaku sangat mendukung jika hal tersebut memberikan kontribusi bagi kemajuan Lombok Tengah.
“Mudahan kalau benar dan untuk kemajuan Lombok Tengah ya nggak masalah, cuma kan informasi ini belum masuk ke meja DPRD kita belum tahu karena kan perlu juga ada kesepakatan antara pimpinan DPRD dengan Pemda,” ungkapnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Sabtu (17/2/2024).
Dewan tiga periode ini berharap semoga rencana tersebut dapat terealisasi, mengingat sebelumnya juga ada rencana pelebaran jalan dari Kopang menuju Biao yang menurutnya harus menggunakan dana dari Pemerintah Pusat dan tidak mengganggu APBD Lombok Tengah.
“Nanti saja kita lihat, mudahan realisasi dan tidak ada hambatan-hambatan,” harapnya.
Sebelumnya, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengatakan para investor yang datang dari Dubai dan Australia tertarik berinvestasi di Lombok Tengah untuk membangun shopping mall dan hoten berbintang.
Bupati menyebutkan karena posisi Lombok Tengah sebagai pintu gerbang internasional di NTB dan mayoritas penduduknya merupakan muslim, sehingga investor asal Dubai tertarik membangun mall di eks kantor bupati dan eks Gedung Aerotel sebagai hotel berbintang.
“Makanya sering saya katakan hal ini adalah ikhtiar kita bersama untuk membangun tempat usaha perdagangan, mohon doanya agar segera terwujud,” kata bupati, Kamis (15/2/2024).
Investor asal Dubai, Samir Ahmed Munshi mengatakan dengan adanya rencana pelebaran jalan dan Bandara Internasional di Lombok Tengah, setidaknya akan dilalui oleh 3 juta orang setiap harinya.
Selain itu dirinya juga pihaknya dapat mengundang wisatawan asal negaranya ke Indonesia terlebih pada saat musim-musim liburan.
“Lombok bisa jadi rumah kedua untuk wisatawan Dubai,” tuturnya.
Investor asal Australia, Michael Martin yang merupakan pemilik bisnis Tropik Resort dan villa di Lombok ingin berinvestasi di wilayah Selong Belanak dan Tampah. Mereka berharap terkait perizinan dapat dipermudah.(nis)





