Disnakertrans Lotim Imbau Masyarakat Tak Tergiur Rayuan Tekong

oleh -2687 Dilihat
FOTO FENDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Kadis Nakertrans Lombok Timur, M. Khairi foto bersama peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di LLK Selong, Kamis (7/3/2024).

LOMBOK – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, M. Khairi menegaskan pemerintah sejauh ini masih belum ada kerjasama penyaluran Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan negara tujuan Australia. Sehingga pihaknya mengimbau masyarakat tidak tergiur dengan rayuan para tekong PMI.

Khairi menerangkan, jika pihaknya banyak menerima informasi terkait maraknya rekrutmen PMI dengan tujuan negara kanguru tersebut, bahkan pihaknya sempat didatangi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait hal tersebut.

“Pemerintah tidak pernah ada kerjasama dengan pemerintah Australia,” tegasnya, Kamis (7/3/2024).

Baca Juga  Dinsos NTB Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Puting Beliung di Lombok Tengah

Berdasarkan informasi yang pihaknya terima, perusahaan perekrut PMI menawarkan pekerjaan dengan biaya berangkat yang relatif murah. Namun faktanya para calon PMI tidak kunjung diberangkatkan dengan berbagai alasan.

Dia juga menegaskan jika pemberangkatan PMI dilakukan dengan negara tujuan tersebut dapat terindikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), terlebih jika diberangkatkan secara non prosedural.

“Kalau kerjasama pendidikan ia, jangan pernah percaya,” katanya tegas.

Mantan Kadis PMD ini menerangkan jika pemerintah saat ini membuka peluang bekerja sebagai PMI dengan negara tujuan Arab Saudi, Malasyia, dan Jepang. Negara tujuan tersebut sudah memiliki kerjasama dalam melindungi tenaga kerja sehingga para PMI lebih aman dan terjamin keselamatannya.

Baca Juga  Kebakaran di Gili, Pemprov NTB Ajukan Mesin Pompa Air Apung

“Silahkan ke Arab Saudi dan Malasyia gratis, hanya bayar medikal dan paspor saja,” cetusnya.

Pekerjaan yang tersedia juga sebutnya cukup variatif, mulai dari sopir, perawatan taman kantoran, perawat orang tua, pekerja rumah tangga, sektor pertanian dan perkebunan, hingga pekerja industri.

Baca Juga  Sosok Bongar, Kapten Kapal Viral yang Diusir Bupati Lombok Timur

“Tahun 2023 data PMI kita sekitar 10 ribu jiwa,” sebutnya.

Jumlah ini dipicu oleh pertumbuhan penduduk Lombok Timur yang cukup besar, dengan jumlah penduduk diperkirakan sebanyak 1,4 juta jiwa. Namun demikian, jumlah PMI tersebut tercatat lebih rendah dari tahun sebelumnya yakni sekitar 20 juta menurut data tahun 2019.

“Ini karena kita pilih- pilih, kita juga minta gaji pekerja kita dinaikkan,” pungkasnya.(fen)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.