JAKARTA – Presiden Joko Widodo berjanji akan membuka Muktamar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang bakal berlangsung di Mataram.
Janji Jokowi langsung disampaikan di hadapan Pengurus Pusat KAMMI saat bertemu di Istana Presiden, Jakarta. “Yang disampaikan tentu tentang undangan untuk bisa membuka Muktamar KAMMI ke-13 yang akan dilaksanakan 21 Mei 2024 di Mataram, NTB,” kata Ketum PP KAMMI, Zaky Ahmad Riva’i, Senin (25/3/2024).
“Pak Presiden menyampaikan insyaallah hadir,” tuturnya.
Adapun hal lain dibahas dalam pertemuan, isu-isu kerakyatan seperti pajak pertambahan nilai 12 persen juga dibahas. KAMMI mewakili keresahan masyarakat terkait pajak tersebut.
“Presiden sudah menjawab bahwa beliau akan mempertimbangkan kembali bersama jajaran,” ungkapnya.
Selain itu juga membahas kestabilan harga bahan pokok, terutama menjelang Idul Fitri 2024. KAMMI berharap pemerintah bisa memberikan legacy kepada penerusnya ke depan.
“Termasuk tentang Palestina, kami sebagai gerakan mahasiswa, sebagai organisasi kepemudaan ini konsisten untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina,” tegasnya.
Diketahui, Ketua Umum KAMMI Kota Mataram, Khairul Muamalah mengaku sangat siap menjadi tuan rumah Muktamar KAMMI ke-XIII.
“Pak Jokowi InsyaAllah akan hadir,” katanya kepada jurnalis Koranlombok.id, Senin (26/2/2024).
Selain presiden dijadwalkan hadir, setidaknya ada 500 bahkan 1.000 orang bakal datang ke lokasi Muktamar yang digelar dua tahun sekali ini.
“Kalau undangan 500 orang dan ini menjadi tanggungjawab panitia, baik penginapan dan makan mereka. Tapi biasanya datang lebih dari itu,” bebernya.
Sementara pada Muktamar masing-masing kabupaten kota di Indonesia mengutus dua orang setiap cabang. Mereka yang memiliki hak suara pada pemilihan ketua umum.
“Untuk lokasi kami belum putuskan, opsinya di Ballroom Islamic Center (IC) atau Prime Park Hotel Mataram. Yang jelas lokasi Muktamar didukung penginapan,” sebutnya.
Disamping itu jelang persiapan Muktamar, tanggal 29 Februari 2024 ketua cabang kabupaten kota diundang menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Bandung. Salah satu agenda di Rapimnas pembentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara.
“Kalau anggaran kegiatan kami didukung pusat juga,” tuturnya.
Sejauh ini sambung Khairul, belum diketahui siapa kandidat di NTB. Tapi ia memastikan aka nada kader KAMMI asal NTB tampil nantinya menjadi calon.
Selanjutnya syarat maju sebagai calon ketua umum, salah satunya mendapatkan surat rekomendasi dari tujuh cabang.”Calon pasti banyak,” pungkasnya.(dik/srf)







