Relokasi Pasar Hewan Batunyala Gagal Total, Kades: Kasian Masyarakat

oleh -2106 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Kades Batunyala / H. Zaenudin

 

LOMBOK – Rencana relokasi Pasar Hewan di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah gagal total. Saat ini kabar rencana relokasi itu hilang bak ditelan ombak.

Awalnya pada era kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Moh. Suhaili FT dan Lalu Pathul Bahri rencana relokasi itu muncul tahun 2019. Bahkan tim gabungan pernah diturunkan pemerintah beserta alat berat dari Dinas PUPR, namun berhasil digagalkan oleh warga dan pedagang di sana. Sesuai rencana, relokasi Pasar Hewan Batunyala ke Pasar Hewan di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang.

Baca Juga  Ramai-ramai Penambang Lapor ke Polisi, Asisten II Setda NTB Nyusul

 

Kepala Desa Batunyala, H. Zaenudin menjelaskan jika rencana relokasi itu pihaknya mengaku tidak setuju. Pasalnya, warga banyak menggantungkan hidupnya dari dampak keberadaan pasar tersebut.

“Alhamdulillah sekarang tidak ada kabar, kasian masyarakat kami juga,” terangnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Selasa (23/4/2024).

Dijelaskan Kades, awal rencana relokasi ini muncul karena pemerintah kabupaten berencana akan melakukan pelebaran jalan menjadi jalur bypass dari simpang empat Desa Batunyala menuju Praya. Selain itu ada rencana pembangunan perumahan oleh Pemkab di lokasi pasar hewan tersebut.

Baca Juga  Agung Line Dibuat Tak Berkutik, Ivico Senyum Sumringah

“Banyak masyarakat kami yang mencari hidup di situ, mulai warga Dusun Pekat, Pekat Daye dan lainnya,” bebernya.

Selain itu juga lanjut Kades, banyak anak-anak SD mencari uang belanja sekolah setiap Sabtu sore dengan cara gelar sejadah untuk digunakan salat oleh pengunjung di sana. Anak-anak ini kemudian diberikan uang seihklas pengunjung.

Baca Juga  Loteng Kekurangan Kepala Sekolah, Ketua Komisi IV Minta jadi Atasi

“Kalau bicara PADes tidak ada sumber dari pasar hewan ini, parkir juga langsung ke kabupaten. Ya dampak ke kami bagi hasil pajak kami rasakan meningkat,” ungkapnya.

Kades menambahkan, kalau pun dalam waktu dekat rencana ini muncul lagi pihaknya tentu tidak setuju alias menolak. Karena apapun alasan Pemkab, aspirasi masyarakat di bawah sangat penting didengarkan.

“Kami harap itu tidak terjadi,” tuturnya.(red)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.