LOMBOK – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram Musleh menyampaikan, jika pihaknya baru menerima 50 persen anggaran hibah dari Pemerintah Kota Mataram untuk kebutuhan Pilkada. Sementara total anggaran diberikan pemerintah kota Rp 18 miliar lebih.
“Dijanjikan minggu-minggu ini akan diberikan sisanya,” ungkapnya kepada media, Rabu 24 April 2024.
Sementara itu kata Musleh, anggaran 18 miliar ini diluar dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi NTB. karena diketahui akan berlangsung Pilkada serentak tahun 2024, Pilwalikota dan Pilgub.
“Kalau dari gubernur belum tahu kita, nanti pak ketua saja bisa jelaskan itu. Kalau saya ranah sosialisasi,” katanya.
Musleh tidak menerangkan apakah anggaran Pilkada tahun ini lebih besar diterima jika dibandingkan tahun lalu. Termasuk apakah anggaran ini cukup atau kurang juga tidak diuraikannya.
Tetapi dalam kesempatan itu, Musleh menegaskan soal kesejahteraan petugas penyelenggara Pemilu mulai dari PPS, KPPS dan PPK selalu diperjuangkan oleh pihaknya. Begitu juga dibuktikan dengan terjaminnya semua petugas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaa.
“Ini dari awal mulai kerja sampai berakhir terjamin semua,” tuturnya.
Musleh menjelaskan, perbedaan Pemilu kemari dengan Pilkada akan datang akan jauh berbeda beban kerja petugas. Petugas hanya mengurus dua Pilkada, Pilwalikota dan Pilgub.
“Beda kalau kemarin kan sampai dini hari selesai bekerja petugas. Kalau sekarang perkiraan kami sore dah selesai,” yakinnya.
Sementara itu untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) tentu akan berkurang 50 persen dari jumlah TPS Pemilu kemarin. Sementara juga jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di setiap TPS malah bakal bertambah.
“Kalau kemarin 300 pemilih, nah kalau di Pilkada ini sampai 600 pemilih ditambah DPTB setiap TPS,” bebernya.(srf)







