LOMBOK – Penjabat (Pj) Sekda Lombok Timur H. Hasni menekankan pentingnya membayar pajak. Pasalnya, dari pajak menjadi sumber penting bagi daerah untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Lombok Timur.
Hal ini disampaikan H. Hasni saat menghadiri acara Tax Gathering Pajak yang diselenggarakan oleh KPP Pratama Praya di Ballroom kantor Bupati, Selasa (7/5/2024).
Menurut Hasni, dalam pengelolaan pajak juga sangat penting transparansi dan akuntabilitas agar manfaat dari pajak yang dikeluarkan masyarakat dapat diketahui dan dirasakan manfaatnya secara langsung.
“Porsi APBD tahun 2024 sebanyak 3 triliun yang sumber terbesarnya dari dana transfer pemerintah pusat sebanyak 2 triliun atau hampir 80 persen. Sedangkan PAD Lombok Timur sebanyak 17 persen,” ungkapnya.
Hasni menyampaikan, kepatuhan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam penerimaan pajak di wilayah Kabupaten Lombok Timur sangat bermakna. Sebab, sumbangan pajak dari jajaran OPD juga cukup besar.
Sekda berpesan dengan hadirnya berbagai unsur mulai dari para pejabat daerah, Forkopimda, Kepala OPD, pelaku usaha, dan perwakilan masyarakat tersebut dapat menjadi sarana bersinergi serta berdiskusi tentang pajak.
“Cara ini juga menjadi forum diskusi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mencapai kesejahteraan bersama,” singkatnya.
Di tempat yang sama, Kepala KPP Pratama Praya, Widi Pramono menerangkan jika penerimaan pajak masih di dominasi sektor administrasi pemerintah dan jaminan sosial wajib dengan persentase 55 persen. Sedangkan sektor perdagangan besar dan eceran mencapai 11 persen. Kemudian sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 6 persen, kemudian sektor lainnya mencapai 28 persen.
“Target penerimaan sebesar Rp. 447,714,278,000. Berhasil di capai dengan capaian 105,03 persen dengan nominal sebesar Rp. 470,240,579,604. Ini tumbuh 12 persen di bandingkan tahun sebelumnya,” sebutnya.
Ia menyampaikan, DJP sebutnya terus melakukan modernisasi informasi melalui pembaharuan sistem inti adminiatrasi perpajakan (PSIAP). Dimana proses bisnis yang dicanangkan menjadi terintegrasi yang mencakup fungsi inti dengan fokus pada pelayanan digital.
“Diharapkan kontribusi dan pemenuhan wajib pajak meningkat, sehingga memberikan manfaat bagi seluruh warga Lombok Timur,” katanya.(fen)





