LOMBOK – Ketua Badan Kehormatan DPRD Lombok Tengah, Legewarman mengimbau kepada semua anggota dewan untuk tidak main judi online. Imbauan ini disampaikan di tengah maraknya kasus judi online di tanah air.
“Kita mengimbau jangan sampai ada anggota yang ikut-ikutan, ini kan pekerjaan orang-orang yang tidak waras,” tegasnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Selasa (2/7/2024).
Kata Lege, jika ditemukan ada anggota dewan bermain judi online BK DPRD Lombok Tengah siap menerima aduan dari manapun. Jika itu terbukti pihaknya akan memberikan sanksi yang diputuskan dalam sidang etik.
“Bisa saja selama ada bukti yang terpenuhi, sepanjang selama bisa meresahkan masyarakat,” katanya.
Sementara itu saat ini judi online tengah merambah di semua kalangan, baik anak-anak, pelajar, bahkan masyarakat umumnya. Legewarman berharap keluarga aktif untuk memberikan bimbingan tentang bahaya dampak derasnya kemajuan teknologi informasi saat ini.
“Seharusnya mungkin dari aparat kepolisian turun ke semua jenjang sekolah, agar jangan sampai saat ini darurat narkoba sekarang darurat judi online kan mau dikemanakan generasi kita kedepan,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavananda mengatakan ada lebih dari 1.000 orang anggota DPRD baik di pusat atau daerah bermain judi online.
Katanya, banyak transaksi yang dilakukan bahkan mencapai 63 kali dengan nilai dari ratusan juta hingga milliaran rupiah dengan agregat mencapai Rp 25 milliar.
“Kita menemukan itu lebih dari seribu orang DPR, DPRD, sama kesekjenan,” katanya saat rapat dengan pendapat dengan Komisi III DPR RI di Jakarta, Rabu (26/6/2024). (nis)





