Massa PMII Ngamuk di Gedung DPRD Lombok Tengah

oleh -4663 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Massa dari PMII Lombok Tengah saat melempar telur dan air mineral gelas di dalam lobby ruang sidang utama Gedung DPRD setempat, Selasa (16/7/2024).

 

LOMBOK – Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Tengah ngamuk di gedung DPRD setempat. Massa sempat melempar telur dan air mineral gelas di lobby ruang sidang utama DPRD, Selasa siang (16/7/2024).

Aksi massa dari PMII melampiaskan kemarahan mereka di gedung DPRD lantaran permintaan PMII yang tidak dipenuhi saat meminta data terkait rancangan anggaran belanja sejumlah program kepemudaan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Bukan hanya soal rancangan anggaran belanja di Dispora, massa PMII juga menduga ada program fiktif antara lain, program penyelenggaraan multi event dan sibgle event tahun 2022 dan 2023. Program sinkronisasi olahraga di 12 kecamatan dan kelurahan /desa tahun anggaran 2023.

Baca Juga  Empat Tiang Listrik Ambruk dan Gardu Meledak

 

“Jadi ini anggaran ditetapkan untuk pemuda, kami sebagai pemuda ingin mempertanyakan karena tidak pernah Dispora ini melibatkan pemuda padahal laporannya di semua desa,” tegas Ketua PMII Cabang Lombok Tengah, Lalu Syahrul Aprian.

Dalam aksi massa PMII tersebut, mereka menuntut agar DPRD Lombok Tengah untuk segera melakukan audit independen terhadap seluruh program yang dilakukan oleh Dispora.

PMII juga meminta Inspektorat Lombok Tengah untuk melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh terkait program yang mereka anggap fiktif di Dispora.

Massa PMII meminta juga kepada Dispora memberikan penjelasan rincian, bukti dan evaluasi kepada sejumlah program yang dianggap fiktif oleh pihaknya.

 

Baca Juga  Otoritas Bandara Lombok Prediksi Jumlah Penumpang Naik 4,1 Persen

Kepala Dispora Lombok Tengah, Mahlan yang hadir di gedung DPRD mengatakan program pekan olahraga usia dini selebihnya adalah program dari dana pokir anggota dewan yang ditentukan pelaksanaanya oleh anggota dewan dan diawasi oleh Inspektorat.

Dijelaskan Mahlan, sementara data terlait yang diminta PMII pihaknya berdalih jika akunya telah diberikan beserta link untuk diakses, namun jika yang mereka minta terkait rincian sampai dengan surat pertanggung jawaban pihaknya tidak bisa memperlihatkan selain dari wewenanga BPK, Inspektorat atau DPRD.

“Semua ada event, fisik tahun 2022 dan 2023 apapun semua yang adik-adik semua kita siap memberikan walaupun sudah diaudit oleh BPK,” katanya di depan massa.

 

Anggota DPRD Lombok Tengah, Legewarman yang hadir menerima massa PMII mempersilakan mengadukan program yang dianggap fiktif, terlebih dalam program tersebut ada dana pokir anggota dewan.

Baca Juga  Dewan Muhalip Minta Pemkab Gercep Atasi PMK di Bilebante

“Hanya sebagian tidak sampai Rp 10 milliar, kalau saya kan hanya Rp 100 juta untuk event futsal di Praya Timur,” ungkap Lege.

Politisi PBB ini menerangkan, pihaknya telah melakukan pembahasan LKPJ dan LPJ yang secara tidak langsung juga seperti melakukan audit terhadap program Dispora, karena program yang dilakukan telah terlaksana.

“Karena mereka kan minta RAB kegiatan-kegiatan itu, tapi kan sudah dilaksanakan jadi ya nanti wewenang inspektorat, kalau mereka minta dibuka ya kita juga siap ikut membuka,” tegasnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.