LOMBOK – Anggota DPRD Provinsi NTB, Lalu Muhibban menceritakan awal mula dirinya ngamuk di kantor PT Lombok Nusantara Indonesia di Mantang, Lombok Tengah, Jumat 17 Oktober 2025.
Dari wawancara dengan jurnalis Koranlombok.id, Muhibban membantah jika orangnya yang melakukan aksi penyerangan menggunakan parang di markas tukang cabut sekitar 15.15 Wita. Politisi PKB ini mengaku jika dua orang dalam video yang ngamuk di dalam kantor debt collector itu pihaknya tidak kenal.
“Saya tidak tau itu, dan bukan satu mobil dengan saya,” tegasnya, Selasa 21 Oktober 2025.
Cerita Muhibban, saat di dalam kantor Lombok Nusantara Indonesia pihaknya berkomunikasi baik-baik. Termasuk mencari tahu cerita kenapa mobil warganya dirampas. Termasuk ia menanyakan berapa utang belum diselesikan.
“Tapi pihak LNI terus menanyaan siapa bapak, saya tanya berapa utangnya, informasi saya dapat sekitar 30 juta. Nah tiba-tiba di belakang (depan kantor, red) ribut sampai masuk ke dalam bawa parang dan bambu, di situ baru saya ikut marah,” ceritanya.
Muhibban yakin jika dirinya tidak keluar, pihaknya tidak tahu apa yang akan terjadi di dalam. Sebab, orang-orang yang ngamuk ini juga tidak mengetahui dirinya bertujuan membahas soal mobil yang dirampas.
Video Wawancara :





