LOMBOK – Mantan Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Suprayatno alias Gede Derip mengancam akan lapor balik tetangganya, Maya Yulianti. Maya akan dilaporkan Gede Derip atas dugaan menyebarkan berita bohong atau hoax. Dimana sebelumnya Maya menyebutkan ada puluhan pohon di lahan miliknya dipotong oleh mantan Wakil Bupati.
“Itu semua tidak benar, berita bohong itu disampaikan di media. Bisa-bisa saya akan lapor balik ini, nanti ada lawyer saya tunjuk,” ungkapnya kepada media saat memberikan hak jawab, Kamis (20/2/2025) di kediamannya di Amen, Praya.
Gede Derip mengaku sangat menyayangkan ada kata-kata kotor keluar dari mulut Maya saat di melihat tempak kejadian perkara (TKP). Video kata-kata kotor Maya telah pihaknya lihat secara langsung.
“Urusan laporan dimasukan dia (Maya, red) itu haknya sebagai warga Negara, dan kami akan lapor balik nanti,” tegasnya.
Mantan Wakil Bupati ini mengakui telah meminta petugas kebersihan rumahnya memotong pohon di lahan maya dengan alasan jelas. Sebab, pohon ukuran besar di lahan kosong milik Maya sangat menganggu. Sehingga pihaknya memiliki inisiatif untuk memotong langsung dari pada akan menjadi masalah besar kedepannya.
“Sudah beberapa kali kami sampaikan kepada pemilik akna memotong pohon itu, karena sudah menempel ke tembok, merusak kenopi rumah mamiq (saya, red), kusen jendela saya pecah. Belum kolam renang banyak sampah karena pohon di tanah milik Maya, makanya ada inisiatif untuk kami potong,” bebernya.
Dia menceritakan juga, pohon yang pihaknya potong tidak sampai 20 seperti disampaikan kepada media. Ada sekitar lima atau enam pohon.
“Beberapa kali kami sampaikan kepada pemilik tapi tidak pernah direspons, makanya sekali lagi ini inisiatif kami,” tegasnya lagi.
Gede Derip mengaku jika dampak dari pohon besar di tanah milik tetangganya ini, beberapa kali ular berbisa masuk ke rumahnya. Sehingga pihaknya melakukan tindakan itu karena menurutnya ada dasar.
Ditambahkan Adit tetangga Gede Derip. Dia mengungkapkan hal yang sama. Laporan Maya baru dia ketahui di media.
“Dan saya melakukan penebangan pohon karena melindungi diri dan keluarga di rumah. Ular saja beberapa kali masuk ke rumah, hampir saya digigit,” ceritanya.
Belum lagi saat hujan badai belum lama ini, rumahnya kebanjiran dan ditumpuki sampah dedaunan.
“Ada fotonya lengkap, saya juga pernah laporkan ke Pak RT tapi tidak ada respons pemilik tanah,” tegasnya.(nis)







