Oleh: Noviana Adriyanti (Mahasiswa UIN Mataram)
Nyongkolan adalah tradisi adat suku Sasak dalam prosesi perkawinan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini berupa arak-arakan mempelai pria ke rumah mempelai wanita sebagai simbol penghormatan, kebersamaan, dan pelestarian budaya.
Tujuan utama nyongkolan adalah memperkenalkan mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita serta masyarakat sekitar.Selain itu budaya ini dapat mempererat silaturahmi, dan menunjukkan eksistensi budaya Sasak.
Dalam tradisi ini, pengantin pria bersama keluarganya mengarak pengantin wanita menuju rumah keluarga pria atau tempat tertentu sebagai simbol bahwa sang istri telah resmi menjadi bagian dari keluarga suaminya. Arak-arakan ini biasanya diiringi musik tradisional, seperti gamelan, dan tarian adat. Nyongkolan juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar dua keluarga besar dan menunjukkan kebahagiaan kepada masyarakat sekitar.
Keunikan tradisi Nyongkolan terletak pada prosesi arak-arakan pengantin yang melibatkan keluarga besar dan masyarakat. Pengantin akan mengenakan pakaian adat Sasak yang khas, lengkap dengan hiasan kepala dan aksesoris tradisional. Arak-arakan ini diiringi oleh musik tradisional seperti gendang beleq yang membangkitkan suasana meriah. Selain itu, tarian adat juga turut ditampilkan, memperkaya nuansa budaya dalam prosesi tersebut. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berjalan kaki melewati jalan-jalan kampung, sehingga menjadi tontonan bagi masyarakat setempat dan memperkuat rasa kebersamaan.
Kearifan lokal yang muncul dalam nyongkolan tercermin dari semangat gotong royong dan silaturahmi. Keluarga dan warga sekitar saling membantu mempersiapkan acara, mencerminkan kuatnya solidaritas sosial. Nyongkolan juga menjadi sarana mempererat hubungan antara dua keluarga besar, melambangkan penyatuan tidak hanya dua individu tetapi juga komunitas. Nilai-nilai adat yang dijunjung tinggi menunjukkan penghormatan terhadap tradisi leluhur, sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya bagi generasi muda. Dengan demikian, Nyongkolan tidak hanya memiliki makna seremonial, tetapi juga sosial dan budaya yang dalam.(*)






