LOMBOK – Kasus perampokan tiga lokasi di Kecamatan Praya, Lombok Tengah masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Apalagi peristiwa ini terjadi saat pelaksanaan Salat Idul Fitri 2025 dan libur lebaran.
Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi mengatakan dalam kasus ini pihaknya melalui Kapolsek Praya belum menerima laporan dari para korban.
Kendati demikian, polisi akan mengambil langkah dengan mengumpulkan informasi dan melanjutkan penyelidikan.
“Tetapi Polres Lombok Tengah tetap akan melakukan penyelidikan terhadap situasi yang menyebabkan resah masyarakat ini,” tegasnya kepada koranlombok.id, Jumat (4/4/2025).
Ditegaskan Kasi Humas, dalam melakukan penyelidikan secara intens nantinya diharapkan dapat menemukan petunjuk untuk mengungkap kasus perampokan tersebut.
Polisi juga mengimbau kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar, dan diharap bias kembali mengaktifkan pos kamling. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat senantiasa bekerjasama dalam menjaga keamanan.
“Kita Polres Lombok Tengah bersinergi juga dengan instasi dan kelompok masyarakat lainnya,” klaimnya.
Sebelumnya, kasus perampokan meresahkan warga di Kecamatan Praya. Pada jam yang sama, kasus perampokan terjadi di dua rumah lokasi berbeda. Pertama di Lingkungan Tiwu Asem, Kelurahan Renteng dan rumah Lingkungan Renteng, Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya.
Kasus ini terjadi saat pemilik rumah meninggalkan kediaman mereka untuk melaksanakan Salat Hari Raya Idul Fitri di masjid, Senin (31/3/2025) pagi.
Tidak lama, kasus serupa kembali terjadi di Dusun Pondok Songkar, Desa Aikmual, Kecamatan Praya. Dari tiga lokasi kejadian itu, kawanan rampok berhasil menggasak uang dan perhiasan milik para korban.
Informasi yang disampaikan warga, dari tiga lokasi perampokan. Pertama di Tiwu Asem pemilik rumah kehilangan uang Rp 15 juta dan emas 20 gram.
Berikutnya di Lingkungan Renteng korban kehilangan uang Rp 60 juta dan emas 100 gram. Terakhir di Pondok Songkar, Aikmual pemilik rumah kehilangan uang Rp 7,5 juta dan emas 70 gram.
Kades Aikmual M. Hasyim yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus perampokan menimpa warganya di Dusun Pondok Songkar. Kejadiannya terjadi, Selasa (1/4/2025) malam.
“Benar itu korban pulang pergi Malaysia, uang dan emas yang hilang,” katanya via ponsel.(red)






