Oleh: Baiq Vinta Riski Ananda (Mahasiswa UIN Mataram)
Tradisi Ngumbuq di Desa Marong merupakan salah satu warisan budaya unik yang dimiliki oleh masyarakat Suku Sasak di Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan nilai-nilai adat, tetapi juga menjadi simbol cinta yang tulus dan perjuangan seorang lelaki untuk mendapatkan restu dari keluarga gadis pujaannya.
Masyarakat Desa Marong setiap tahun melaksanakan tradisi ini sebagai bagian dari adat istiadat yang sudah diwariskan turun-temurun. Para pemuda dalam tradisi ini membawa hasil bumi seperti kelapa, pisang, dan padi ke rumah keluarga si gadis sebagai bentuk kesungguhan dan tanggung jawab atas niat meminang.
Warga desa secara sukarela membantu proses ini dengan cara ikut mengangkut hasil bumi dan mengiringi sang pemuda menuju rumah si gadis. Kegiatan ini kemudian menjadi sebuah perayaan kecil yang diwarnai rasa kekeluargaan, gotong royong, dan kebanggaan atas tradisi yang masih hidup di tengah-tengah masyarakat.
Saya melihat bahwa tradisi Ngumbuq adalah bentuk nyata dari nilai cinta yang tidak sekadar diucapkan, tetapi dibuktikan melalui tindakan dan pengorbanan. Tradisi ini juga menunjukkan bahwa cinta sejati tidak bersifat personal semata, tetapi juga melibatkan komunitas dan norma sosial yang mengiringinya.
Menurut saya, tradisi seperti Ngumbuq perlu dijaga dan dilestarikan karena mengandung banyak nilai positif, seperti tanggung jawab, kejujuran, kesungguhan, serta kekompakan masyarakat. Di tengah modernisasi yang kian cepat dan individualisme yang makin kuat, Ngumbuq hadir sebagai pengingat bahwa cinta, adat, dan budaya bisa berjalan beriringan dengan harmoni.





