LOMBOK – Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Muhammad Tauhid mengatensi kondisi bangunan Balai Latihan Kerja (BLK). Katanya, kondisi BLK memprihatinkan karena sejak masa orde baru tidak pernah mendapatkan perhatian perbaikan. Belum lagi kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan semua orang yang beraktivitas di gedung tersebut.
“Kita sangat prihatin terkait keberadaan gedung BLK, konon dari jaman Menteri Sudomo tahun 70-an tidak pernah ada perhatian. Benar kami merasa sangat prihatian karena bisa mengancam keselamatan saudara-saudara kita,” ungkap Tauhid kepada jurnalis koranlombok.id, Kamis (24/4/2025).
Sambung politisi Gerindra tersebut, hasil pantauan pihaknya ruang-ruang yang digunakan sebagai tempat pelatihan sudah tidak layak pakai, oleh karena itu Komisi IV DPRD Lombok Tengah akan mendorong kepada Pemkab Lombok Tengah agar betul-betul memperhatikan gedung BLK terutama dari segi keselamatan masyarakat, karena plafon gedung telah keropos dan rentan ambruk jika tertiup angin kencang.
Selain itu karena kondisi tersebut, ada kekhawatiran alat yang digunakan untuk pelatihan bisa cepat mengalami kerusakan. Kendati dihadapkan dengan instruksi dari pemerintah pusat untuk efisiensi anggaran, kata Tauhid, anggaran untuk perbaikan gedung BLK dapat juga diusulkan saat pembahasan APBD II baik bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) atau Dana Alokasi Umum (DAK).
“Kasihan sekali, sangat memprihatinkan dan itu juga keluhan Kepala BLK dan Kepala Dinas Tenaga Kerja. Itu nanti kita akan jadikan satu rekomendasi juga agar diperhatikan juga oleh pemerintah. Mudah – mudahan kedepan ini menjadi perhatian pemangku kebijakan,” harap mantan Ketua DPRD itu.
Sementara itu saat pihaknya melakukan monev, terlihat sejumlah masyarakat sedang mengikuti sejumlah pelatihan kerja dengan antusias. Ia berharap kedepan antusiasme masyarakat didukung juga oleh ketersediaan sarana dan prasarana.
“Instrukturnya itu juga luar biasa kita interaktif kemarin langsung menggali dan menimba informasi terkait pelatihan itu,” ceritanya.(nis)





